Arsip Blog

Tujuan Investasi Dalam Efek

Tujuan Dalam Efek
Perusahaan dapat menggunakan dananya untuk membeli efek atau unsur-unsur surat berharga. Pembelian efek dilakukan dengan tujuan untuk menjaga likuiditas atau tujuan untuk mendapatkan pendapatan dari dana yang ditanamkan dalam efek.
Pembelian efek untuk penjagaan likuiditas merupakan investasi sementara (temporary investment) dan pengelompokan aktiva dalam neraca. Efek tersebut dimasukan dalam atau digolongkan dalam Aktiva lancar dan biasanya disebut “marketable securities” atau “temporary investment”.
2.2. Penentu ”RATE OF RETURN” dan ”NILAI” Dari Efek Jangka Panjang
Bentuk-bentuk efek dalam rangka investasi jangka panjang adalah :
1. Obligasi
2. Saham Preferen
3. Saham Biasa

 OBLIGASI

Obligasi adalah surat pengakuan utang yang dikeluarkan oleh pemerintah atau perusahaan atau lembaga-lembaga lain sebagai pihak yang berhutang yang mempunyai nilai nominal tertentu dan mempunyai kesanggupan untuk membayar bunga secara periodik atas dasar persentase tertentu yang tetap. Tujuan utama dari analisa efek dalam penilaian obligasi adalah ”rate of return” atau “yield” yang diharapkan dari obligasi tersebut.
Penentuan besarnya “ rate of return “
Besarnya “rate of return” atau “yield” dari obligasi yang akan dipertahankan sampai hari jatuh temponya dapat dihitung dengan rumus shortcut formula sebagai berikut :
f-p
Rate Of Return = (C x nilai nominal) + n
p+f
2
Keterangan : C = bunga tahunan dalam rupiah
f = harga nominal dari obligasi atau jumlah yang akan akan diterima
p = harga pasar
n = umur obligasi

SAHAM PREFEREN
Saham Preferen adalah saham yang disertai dengan preferensi tertentu diatas saham biasa dalam hal pembagian deviden dan pembagian kekayaan dalam pembubaran perusahaan.
Saham preferen dianggap sebagai sekuritas hybrida karena memiliki sifat-sifat seperti saham biasa maupun obligasi perusahaan, alasannya yaitu :
 Seperti saham karena membayar deviden yang dapat nihil bila laba perusahaan jatuh pada tingkat tertentu, selain itu saham preferen merupakan penyertaan kepemilikan dan dikeluarkan tanpa tanggal jatuh tempo.
 Seperti obligasi karena memberi hak didahulukan atas laba dan aktiva dan tingkat penghasilan (Deviden) berjalan yang biasanya tetap selama hidupnya.

SAHAM BIASA
Penentuan besarnya rate of return dan nilai dari saham biasa lebih sukar dibandingkan dengan obligasi dan saham preferen.

Bagikan :




0 komentar:

Posting Komentar

Berita Tekno Terbaru

Berita Tekno Terbaru
it-jurnal.com

review Film Terbaik

Cloud Service Provider

About Us -|- Contact Us- | -Disclaimer-| -Daftar ISI