Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label Akutansi manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akutansi manajemen. Tampilkan semua postingan

Mengenal Akun Perusahaan Dagang


Akun-akun dalam perusahaan dagang secara umum sama dengan akun-akun perusahaan jasa. Namun, karena kegiatan usahanya berbeda, maka pendapatan yang diperoleh perusahaan dagang adalah dari penjualan. Perbedaan yang mendasar adalah adanya persediaan barang dagang, yang mana tidak dimiliki oleh perusahaan jasa.  


Yang dimaksud dengan rekening atau perkiraan (accounts) adalah suatu alat pencatatan dan sekaligus sebagai komponen yang paling mendasar dalam sistem akuntansi yang formal, untuk mencatat transaksi keuangan, baik yang menyangkut penambahan atau penurunan dari setiap jenis aktiva, hutang, modal pemilik, penghasilan dan biaya dalam perusahaan 


Kumpulan dari rekening-rekening ini disebut Buku Besar (ledger). Rekeningrekening dalam buku besar dapat dipisahkan dalam tiga kelompok, yaitu :

1.      Rekening-rekening Riil/Nyata (real accounts) adalah kelompok rekening yang pada setiap akhir periode akuntansi akan dipresentasikan di neraca. Itulah sebabnya rekening-rekening ini disebut juga dengan rekening neraca (balance sheet accounts). Yang termasuk rekening nyata adalah rekening-rekening aktiva, rekening-rekening utang dan rekening-rekening modal.

2.      Rekening Nominal (nominal accounts) adalah kelompok rekening yang pada setiap akhir periode akutntansi akan dipresentasikan dalam laporan rugi-laba. Oleh karena itu rekening-rekening ini disebut juga dengan rekening laba-rugi (profit or loss accounts). Yang termasuk rekening nominal adalah rekeningrekening penghasilan dan rekening-rekening biaya.

3.      Rekening Campuran (mix accounts) adalah rekening-rekening yang saldonya terdiri dari unsur-unsur rekening nyata dan rekening nominal. Guna penyusunan laporan keuangan, maka rekening-rekening seperti ini harus dianalisis dan dipisahkan secara tegas ke rekening nyata dan rekening nominal. Contoh dari rekening campuran adalah Perlengkapan dan Sewa dibayar di muka. 

Pengertian Leasing (Sewa Guna Usaha)


Kegiatan Sewa Guna Usaha atau yang lebih dikenal Leasing adalah suatu penetapan yang memberikan kepada suatu perusahaan untuk menggunakan dan mengendalikan aktiva-aktiva tanpa menerima hak atas aktiva-aktiva tersebut. Aktiva tersebut merupakan barang modal.
Leasing juga dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal, baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi.
Pengertian leasing juga secara umum dapat didefinisikan sebagai perjanjian antara lessor (perusahaan leasing) dengan lessee (nasabah) dimana pihak lessor menyediakan barang dengan hak penggunaan oleh lessee dengan imbalan pembayaran sewa untuk jangka waktu tertentu.

Jenis-jenis Leasing
1. Operating Lease
Suatu operasi lease tidak menyatakan adanya kewajiban jangka panjang baik bagi lessor maupun lessee dan biasanya boleh dibatalkan oleh pemilik atau pengguna aktiva setelah pemberitahuan ketetapan umum (memiliki hak opsi)
2. Service Lease
Lease jenis ini, lessor menyediakan baik pembiayaan maupun service atas aktiva-aktiva selama periode lease.
3. Financial Lease
Merupakan suatu lease jangka panjang atas aktiva-aktiva tetap yang tidak boleh dibatalkan oleh kedua belah pihak. Sebagai sumber dana, financial lease pada dasarnya adalah suatu jenis yang sama dari alternative pembelanjaan utang jangka panjang. Financial Lease terbagi 2 yaitu :
 Direct Finance Lease : Jika pihak lease pada waktu sebelumnya belum memiliki barang modal yang dijadikan obyek leasing tersebut.
 Sale and Lease Back : Pihak lease yang sebelumnya telah memiliki barang modal tertentu, menjual barang tersebut kepada lessor.

Pihak-pihak yang terlibat dalam Leasing

1. Lessor (pemilik aktiva)
Merupakan perusahaan leasing yang membiayai keinginan para nasabahnya untuk memperoleh barang modal.
2. Lessee (pemakai aktiva)
Nasabah yang mengajukan permohonan leasing kepada lessor untuk memperoleh barang modal yang diinginkan.
3. Supplier
Pedagang yang menyediakan barang yang akan dileasingkan sesuai perjanjian antara lessor dengan lessee dan dalam hal ini supplier juga dapat bertindak sebagai lessor
4. Asuransi
Merupakan perusahaan yang akan menanggung resiko terhadap perjanjian antara lessor dengan lessee

Sumber Dana Leasing
1. Modal disetor
2. Laba Ditahan
3. Depresiasi
4. Lembaga Keuangan dan Perusahaan Leasing khusus menyediakan dana untuk leasing.

 Manfaat Leasing

1. Menghemat modal
2. Sangat luwes
3. Sebagai sumber dana
4. Menguntungkan cash-flow
5. Menciptakan keuntungan dari pengaruh inflasi
6. Sarana kredit jangka menengah dan panjang
7. Dokumentasi sederhana

Pengertian TIme Value Of Money


Time Value Of Money merupakan nilai waktu dari uang, didalam pengambilan keputusan jangka panjang. 
nilai waktu uang memegang peranan penting. Uang Rp100 sekarang dapatberbeda nilainya dengan Rp100 yang akan diterima satu tahun yang akan datang.

Sebagai contoh jika seseorang disuruh memilih apakah Rp100 lebih baik diterima sekarang atau satu tahun kemudian, maka ia tentu akan memilih menerima uang tersebut sekarang. Jika ia menerimanya sekarang, ia akan dapat menanamkannya untuk memperoleh pendapatan bunga selama satu tahun. 

Dengan demikian setahun yang akan datang ia akan menerima Rp100 ditambah pendapatan bunga setahun atas investasinya itu. Jika tingkat bunga majemuk 24% setahun, investasi Rp100 sekarang akan menjadi Rp124 setahun kemudian. Jadi uang sebesar Rp100 sekarang sama dalam nilai waktu Rp124 setahun kemudian pada tingkat suku bunga 24%. Begitu juga Rp100 setahun kemudian adalah sama dengan Rp80,65 (RP100:1,24) sekarang, karena Rp80,65 ditambah bunga 24% sama dengan Rp100. Ini merupakan inti nilai waktu dari uang
(time value of money)
Oleh karena itu, seseorang akan lebih menyukai menerima uang segera daripada ditunda kemudian dan ia akan mau menukarkan sejumlah uangnya sekarang dengan jumlah uang yang sama pada masa yang akan datang. Ia akan memegang prinsip bahwa jumlah uang yang akan datang harus lebih daripada jumlah sekarang.

1) Metode yang digunakan


A. Future Value ( Nilai yang akan datang )
Jumlah penerimaan yang akan datang dari jumlah saat ini ( Po ) yang akan tumbuh selama n tahun dengan tingkat bunga sebesar r per tahun.
Rumus : FV ( r, n )      =          Po ( 1 + r ) ^n
Contoh kasus :
Kara menginvestasikan sejumlah uang sebesar Rp.5000.000 dalam bentuk surat berharga yang memberikan bunga 15%/tahun. Berapa jumlah yang akn diterima pada akhir tahun ke 7?
Penyelesaian :
FV ( 15% , 7 ) = 5.000.000 ( 1 + 0,15 ) ^7
              = 13.300.100


Berdasarkan perhitungan diatas dapat kita simpulkan jika kita menabung Rp.5.000.000 selama 7 tahun dan dengan bunga 15%/tahun kita akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp.13.300.100 pada akhir tahun ke 7. 
B. Present Value ( Nilai sekarang )
Besarnya jumlah uang pada permulaan periode atas dasar tingkat bunga tertentu dari sejumlah yang baru akan diterima beberapa waktu atau periode yang akan datang.
Rumus : PO = FV ( r, n ) [ 1/ ( 1 + r ) ^n ] 

Contoh Kasus Pengambilan Keputusan Manajemen


PT. Aya Bakrie merupakan perusahaan roti yang berada di daerah Cilandak, Jak-Sel. Perusahaan ini begerak di bidang produksi roti kering. Biasanya PT. Aya Bakrie memproduksi roti kkering sendiri, namun pada bulan oktober, PT. Aya Bakrie
mendapat tawaran dari PT. New Bakrie untuk memproduksi 10 ton roti kering dengan biaya Rp   16.000/kg. dengan diskon 10% untuk pesanan diatas 2 ton, dan biaya angkut Rp 200/kg.

Selama ini PT. Aya Bakrie memproduksi sendiri roti kering dengan rincian biaya :
- Biaya bahan baku 
Rp  12.000/kg
- Biaya tenaga kerja 
Rp     8.000/kg
- BOP variable           
Rp         500/kg
- BOP tetap     
Rp  1.200.000/bulan

Dalam satu bulan  PT. Aya Bakrie dapat memproduksi 20 ton roti kering. Dari data diatas tentukan keputusan yang harus diambil manajemen PT. Aya Bakrie, apakah menerima tawaran dari PT. New Bakrie atau memproduksi sendiri.

a. biaya yang dikeluarkan apabila roti diproduksi sendiri

-  Biaya bahan baku                                     Rp  12.000/kg
-  Biaya tenaga kerja                                    Rp         800/kg
-  BOP variable                                              Rp         500/kg
-  BOP tetap (Rp  1.200.000 / 20.000)        Rp           60/kg +
                                                                        Rp     13.360/kg

b. biaya yang dikeluarklan apabila membeli dari PT. New Bread
-  harga beli                                        Rp   16.000/kg
-  potongan pembeliaan(10%)                    Rp      1.600/kg -
                                                                        Rp    14.600/kg
-  biaya angkut                                              Rp          200/kg +
-  total biaya                                      Rp     14.800/kg

Dari perhitungan daiatas dapat dilihat bahwa biaya yang dikeluarkan apabila roti diproduksi dari PT. New Bread lebih besar bila dibandingkan dengan jumlah biaya dikeluarkan apabila memproduksi sendiri.

KESIMPULAN
Sebaiknya pihak manajemen PT. Aya Bakrie memproduksi sendiri roti kering, karena dapat menekan biaya hingga Rp 1.240/kg 

Pengambilan Keputusan Manajemen (Decission Making)


Biaya differensial merupakan biaya yang nilainya dapat berubah dalam suatu keadaan tertentu dibandingkan dengan keaadaan lain, tergantung sifat dan kondisi keadaan tersebut. Biaya differensial disebut juga sebagai biaya relevan.

-     karateristik biaya relevan yaitu :
1.    merupakan biaya yang terjadi di masa yang akan dating
2.    berbeada di setiap masing-masing alternative

Jenis biaya relevan yaitu biaya tambahan, biaya terhindarkan atau biaya penghematan biaya tambahan dan biaya kesempatan atau penghematan biaya yang dikorbankan. 
Perbeadaan antara biaya relevan dan dan biaya penuh dapat ditinjau dari tiga aspek, yaitu sifat biaya, sumber data dan persfektif waktu.
Dalam pengambilan keputusan manajemen, konsep biaya differensial sangat diperlukan terutama dalam menentukan keputusan manajemen yang bersifat khusus yang berkaitan dengan pemilihan alternative dalam hal :

1.    Menerima atau menolak pesanan penjualan khusus.
2.    Pengurangan atau penambahan jenis produk/departemen
3.    Membuat sendiri atau membeli bahan baku produksi.
4.    Menyewakan atau menjual fasilitas perusahaan.
5.    Menjual atau memproses lebih lanjut hasil produksi.
6.    Penggantian aktiva tetap. 

Contoh Kasus Analisi CPV

ANALISIS CPV
PT. Matahari, merupakan perusahaan penyewaan Bus Pariwisata dengan armada sebagai berikut: Bus Non AC sebanyak 40 kendaraan, Bus AC sebanyak 32 kendaraan, Bus VIP sebanyak 28 kendaraan dan Bus Eksekutif sebanyak 10 kendaraan. Harga sewa, biaya variabel, laba konstribusi persatuan serta biaya tetap adalah sebagai berikut:
Jenis Bus
Non AC
AC
VIP
Eksekutif
Tarif per Bus
450.000
800.000
1.250.000
1.500.000
Biaya variabel
(232.000)
(270.000)
(310.000)
(350.000)
Laba konstribusi per satuan
218.000
530.000
940.000
1.150.000
Total biaya tetap

30.050.000


Data mengenai komposisi penyewaan Bus :



Komposisi Penyewaan Dalam 1 Bulan

Komposisi
Non AC
AC
VIP
Eksekutif
I
II
III
40
42
15
44
47
25
28
30
16
32
22
28
Hitunglah : 
1.    Laba bersih dan BEP berdasar komposisi Bus yang tersewa !
2.    Komposisi mana yang anda pilih dan berikan alasannya !

JAWABAN CONTOH KASUS

Komposisi
I
II
III
Penyewaan Bus
  136.200.000*
127.000.000
88.750.000
Bi. Variabel
   (41.040.000)**
(39.434.000)
(24.990.000)
Laba konstribusi
95.160.000
87.566.000
63.760.000
Biaya tetap
(30.050.000)
(30.050.000)
(30.050.000)
Laba bersih
65.110.000
57.516.000
33.710.000
Titik Impas
43.009.773***

43.582.555

41.827.753


Perhitungan :
*     (450.000 x 40) + (800.000 x 44) + (1.250.000 x 28) + (1.500.000 x 32)
**   (232.000 x 40) + (270.000 x 44) + (310.000 x 28) + (350.000 x 32)
***  BEP(Rp) =                      30.050.000                      = 43.009.773                             
                                1 – (41.040.000 / 136.200.000) 

Maka berdasarkan data diatas, komposisi penyewaan Bus yang sebaiknya dipilih adalah komposisi I, Karena pada komposisi tersebut memiliki laba konstribusi yang paling besar diantara 3 komposisi yang ada, sehingga dengan laba konstribusi yang besar, didapat laba bersih yang besar juga. Jika dalam suatu komposisi penjualan menghasilkan laba konstribusi yang sama, maka kita pilih komposisi penjualan yang mempunyai titik impas yang lebih rendah, karena semakin rendah titik impas semakin besar kesempatan perusahaan memperoleh laba konstribusi. 

Pengertian Analisis CPV


Analisis terhadap hubungan antara biaya, volume dan laba atau cost profit Volume (CPV) merupakan salah satu alat  bagi manajemen untuk menyusun perencanaan laba. Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi laba perusahaan yaitu biaya, harga jual dan volume (penjualan dan produksi).

ANALISIS IMPAS
Salah satu bentuk analisis tersebut adalah analisis impas yang bermanfaat untuk mengetahui jumlah penjualan minimum agar perusahaan tidak menderita rugi.
Penentuan impas dapat dilakukan dengan cara yaitu :
Impas dalam satuan uang penjualan =              Total By Tetap
                                                            1- By. Variabel per unit produk 
                                                              Harga jual per unit produksi 
1- Vc / p disebut ratio batas kontribusi

Impas dalam unit produk =                         Total Biaya Tetap                        
                                                                                                    
                                             Harga jual per unit produk – By Variabel per unit
 
P – vc disebut batas kontribusi per satuan 

MARGIN OF SAFETY
Menunjukkan informasi berapa jumlah maksimum penurunan target pendapatan penjualan yang boleh terjadi agar penurunan tersebut tidak mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.Rumus  :  Total Penjualan – Titik impas dalam rupiah

SHUT DOWN POINT (Titik penutupan usaha )
Merupakan titik pada tingkat penjualan berapa usaha perusahaan secara ekonomis tidak pantas untuk dilanjutkan.
 Rumusnya  :Biaya tunai / Contribusi Margin Ratio.

DEGREE OF OPERATING LEVERGE (DOL)
Menunjukkan prosentase perubahan laba bersih sebagai dampak terjadinya sekian persen perubahan pendapatan penjualan.
Rumus : Laba Kontribusi / Laba bersih
 
LABA KONTRIBUSI PER UNIT
Laba kontribusi merupakan kelebihan pendapatan penjualan di atas biaya variabel. Informasi laba konribusi memberikan gambaran jumlah yang tersedia untuk menutup biya tetap dan untuk menghasilkan laba.
Laba Kontribusi Per Unit =  Laba Kontribusi / Volume Penjualan 

Berita Tekno Terbaru

Berita Tekno Terbaru
it-jurnal.com

review Film Terbaik

Cloud Service Provider

About Us -|- Contact Us- | -Disclaimer-| -Daftar ISI