Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label Akutansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akutansi. Tampilkan semua postingan

Pengertian Neraca (Balance Sheet)

Neraca (Balance Sheet) adalah suatu laporan mengenai aktiva, hutang dan modal dari perusahaan pada suatu saat tertentu. 
A.      Aktiva, dibagi menjadi dua yaitu :                   
§  Jangka panjang, yaitu jangka waktu lebih dari 1 tahun     
§  Jangka pendek, yaitu jangka waktu 1 tahun atau kurang dari 1 tahun.     
B.       Hutang dapat diklasifikasikan menjadi :          
§  Dijamin penuh, kreditor yang diberi jaminan sama atau lebih dari besarnya hutang. 
§  Dijamin sebagian, kreditor yang diberi jaminan kurang dari besarnya hutang 

§  Kreditur tidak dijamin, kreditor yang tidak diberi jaminan dalam bentuk barang-barang tertentu. 

AYAT JURNAL PENYESUAIAN


Ayat jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo-saldo akun dalam buku besar agar saldonya menunjukkan jumlah sesuai dengan per tanggal laporan keuangan, serta memisahkan penghasilan pendapatan dengan biaya dari suatu periode dengan periode yang lain. Jurnal penyesuaian dibuat setelah menyusun neraca saldo.

a)         Beban dibayar dimuka

Beban yang dibayar dimuka adalah biaya yang dibayar terlebih dahulu untuk periode yang melebihi periode akuntansi. Dengan demikian, biaya yang dibayar dimuka bukan merupakan beban seluruhnya pada periode tersebut, melainkan sebagai aktiva lancar. Pada akhir periode, barulah dihitung berapa besarnya biaya yang telah terpakai dan sisanya tetap merupakan aktiva lancar. Penyesuaian dibutuhkan pada akun beban dibayar dimuka untuk mencatat angka sebenarnya yang menjadi beban pada tahun berjalan. Beban dibayar dimuka misalnya sewa dibayar dimuka, asuransi dibayar dimuka dan iklan dibayar dimuka.

Ada 2 metode dalam pencatatan beban dibayar dimuka, yaitu :
          Metode harta
          Metode beban

b) Biaya yang masih harus dibayar

Biaya yang masih harus dibayar adalah suatu kewajiban yang sudah menjadi beban (seharusnya sudah dibayar), tetapi belum dibayar karena belum tiba saat pembayaran (jatuh tempo). Biaya yang masih harus dibayar berarti akan menimbulkan kewajiban atau utang perusahaan pada pihak lain yang membawa konsekuensi menambah utang dan beban perusahaan. Biaya yang masih harus dibayar dilaporkan dalam neraca sebagai utang lancar.

Cara membuat jurnal penyesuaiannya adalah dengan :
        Mendebit (D) akun biaya
        Mengkredit (K) akun biaya yang masih harus dibayar atau utang beban.
Contoh : PT. NUSANTARA dalam bulan Desember 2014 belum membayar gaji bulan Desember sebesar Rp. 2.000.000. Maka jurnal penyesuaiannya adalah :

c) Penyusutan aktiva tetap

Semua aktiva tetap kecuali tanah akan mengalami penurunan nilai ekonomis bersamaan dengan berlalunya waktu. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan nilai ekonomis adalah pemakaian. Sebagai contoh, kendaraan yang masih baru, tentu nilai ekonomisnya akan berbeda dengan kendaraan setelah satu atau dua tahun pemakaian. Penurunan nilai ekonomis bagi perusahaan merupakan biaya. Biaya sebagai akibat dari penurunan nilai ekonomis disebut biaya penyusutan atau depresiasi. Perhitungan biaya penyusutan dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satunya adalah metode garis lurus (straight line method). Metode ini membebankan biaya penyusutan yang sama setiap tahunnya hingga masa manfaat aktiva tetap tersebut habis.

Rumus penyusutan dengan metode garis lurus :
Beban penyusutan = Harga Perolehan – Nilai Sisa Umur Ekonomis

Cara membuat jurnal penyesuaiannya adalah dengan :
        Mendebit (D) akun bebab penyusutan aktiva tetap
        Mengkredit (K) akun akumulasi penyusutan aktiva tetap

d) Perlengkapan

Jurnal penyesuaian dilakukan untuk menyesuaikan saldo perlengkapan yang ada di catatan akuntansi dengan nominal sebenarnya sesuai dengan inventarisasi fisik pada akhir periode. Jumlah perlengkapan (supplies) yang terdapat di Trial Balance adalah jumlah yang dimiliki perusahaan. Dengan mengetahui jumlah persediaan akhirnya, maka dapat diketahui perlengkapan yang terpakai.

e) Penyesuaian barang dagangan

Persediaan barang dagang dapat dicatat dengan metode perpetual dan periodik. Dalam pembahasan ini, akan dibahas dengan metode periodik. Jika menggunakan metode periodik, maka diperlukan penyesuaian pada akhir periode untuk dapat diketahui harga pokok penjualannya.
Cara membuat jurnal penyesuaiannya adalah :
Mengkredit saldo merchandise inventory (awal) ke akun income summary dan mendebit saldo merchandise inventory (akhir) ke akun income summary. Dengan begitu, saldo merchandise inventory (awal) menjadi 0 lalu muncul saldo merchandise inventory (akhir) sebagaimana nilai persediaan yang dilakukan berdasarkan inventarisasi fisik. 

JURNAL PENGELUARAN KAS

          
Jurnal pengeluaran kas adalah jurnal khusus untuk mencatat semua transaksi pengeluaran uang secara kas/tunai. Penerimaan kas  dapat berupa uang  tunai, cek kontan, bilyet giro, wesel pos, dan  sebagainya.

Berikut adalah bentuk jurnal khusus pengeluaran kas

JURNAL PENGELUARAN KAS

Halaman :


Keterangan kolom :   
(1)         Mencatat tanggal terjadinya transaksi.
(2)         Mencatat nama kreditor yang harus didebet.
(3)         Mencatat tanda check mark (√) untuk menandakan bahwa suatu transaksi telah dipindahbukukan ke buku besar pembantu.
(4)         Mencatat jumlah utang usaha yang dibayar.
(5)         Mencatat jumlah pembelian tunai.
(6)         Mencatat nomor kode akun yang diposting ke buku besar untuk akun serbaserbi.
(7)         Mencatat nama akun yang tidak disediakan kolom akun tersendiri.
(8)         Mencatat jumlah akun yang dicatat dalam kolom serba-serbi.
(9)         Mencatat jumlah yang diterima dari potongan pembelian bila pembayaran dilakukan dalam waktu potongan.
(10)     Mencatat jumlah pengeluaran kas.

Berikut contoh transaksi yang termasuk jurnal penerimaan kas

13 Desember 2014
Dibayar beban pengiriman  barang yang  dijual sebesar Rp  200.000 (faktur pembelian no.  122)  dengan cek no.  2782 pada PD. Andalas.

19 Desember 2014
Dibayar  sewa   gedung  untuk  satu   tahun  sebesar Rp  3.500.000 dengan cek  no.  2783 pada Star Building.

24 Desember 2014
Dibeli   barang   dagang   secara   tunai  dari PT. Venus  seharga   Rp 2.400.000.

30 Desember 2014 
Dibayar utang kepada CV. Arco sebesar Rp 5.000.000 dengan cek  no.  2785. 

JURNAL PEMBELIAN


A.        JURNAL PEMBELIAN
Jurnal pembelian adalah jurnal khusus untuk mencatat pembelian barang  dagang  dan   barang lainnya  secara kredit.

Berikut adalah bentuk jurnal khusus pembelian

JURNAL PEMBELIAN


Keterangan Kolom:
(1)         Mencatat tanggal terjadinya transaksi.
(2)         Mencatat nama kreditor (buku besar pembantu) yang dikredit.
(3)         Mencatat tanda check mark (√) untuk menandakan bahwa jumlah tersebut telah dipindahbukukan ke buku besar pembantu.
(4)         Mencatat  jumlah  utang  dagang  atas  pembelian secara kredit. Mencatat jumlah penjualan dan piutang dagang.
(5)         Mencatat jumlah pembelian barang dagang ke kolom ini.
(6)         Mencatat nomor kode akun untuk pemindahbukuan.
(7)         Mencatat nama akun yang tidak disediakan kolom akun tersendiri.
(8)         Mencatat jumlah yang terdapat pada akun kolom serba-serbi.

Berikut contoh transaksi yang termasuk jurnal pembelian
1 Desember 2014
Dibeli   barang dagang dari   PD. Ananda, seharga Rp 3.000.000 dengan syarat pembayaran 3/10, n/30, faktur no.  27.

17 Desember 2014
Dibeli  perlengkapan secara kredit dari  PT Metro, seharga Rp 1.200.000 dengan syarat pembayaran 3/10,  n/30, faktur no.  65.

24 Desember 2014
Dibeli  barang dagang dari  PD. Andalas, seharga Rp 2.000.000 dengan syarat 3/10, n/30, faktur no. 35.

28 Desember 2014
Dibeli  peralatan kantor dari  CV. Arco, seharga Rp  5.000.000 dengan syarat EOM,  faktur no.  2710. 

Manfaat Jurnal Khusus



Jurnal khusus  adalah  suatu  metode untuk  mengikhtisarkan transaksi dan  merupakan bagian mendasar dari  sistem akuntansi. Pada  suatu perusahaan, format dan  jumlah jurnal khusus tergantung pada sifat atau keadaan usaha tersebut. Pada bab ini, kita akan membahas jurnal khusus untuk perusahaan dagang. 
Secara umum, manfaat jurnal khusus adalah sebagai berikut.
1.      Memungkinkan  pembagian  pekerjaan  
Setiap  jurnal  khusus ditangani oleh  satu  orang  sehingga terjadi spesialisasi pekerjaan. Salah satu  manfaat dari  spesialisasi ini  adalah berupa efisiensi dalam administrasi pekerjaan, atau  dengan kata  lain  pekerjaan ini  dapat dilakukan lebih cepat.

2.      Memudahkan pemindahbukuan  ke  buku  besar  
Pemindah- bukuan (posting) adalah pencatatan angka-angka dalam jurnal ke masing-masing buku besar. Pada  jurnal khusus, pemindah- bukuan  individual  tidak ada,   melainkan  hanya  terjadi  satu proses pemindahbukuan untuk setiap buku jurnal khusus dalam satu  bulan, yaitu setiap akhir bulan.

3.      Memungkinkan pengendalian intern menjadi lebih baik  

Setiap jurnal  khusus  menjadi  tanggung jawab   satu   orang   petugas, sehingga lebih memudahkan pelaksanaan pengendalian terhadap buku tersebut. 

BIAYA OVERHEAD PABRIK


Biaya-biaya produksi yang tidak dapat dikategorikan ke dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung atau yang wujud rillnya adalah biaya bahan baku tidak langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung serta biaya pabrik lainnya dikelompokkan tersendiri yang disebut biaya overhead pabrik.
Biaya overhead pabrik dibebankan ke harga pokok produk berdasarkan tariff yang ditentukan dimuka. Kemudian analisa dan perlakuan terhadap selisih antara BOP yang dibebankan ke produk berdasarkan tariff dengan BOP yang sesungguhnya.
Memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk terbagi atas dasar pembebanan sebagai berikut : a) unit produksi
b)  biaya bahan baku
c)   biaya tenaga kerja langsung
d)  jam tenaga kerja
e)   jam mesin
Apabila perusahaan mempunyai lebih dari satu departemen produksi maka proses penentuan tariff BOP adalah sebagai berikut :
1.  ditentukan anggaran BOP untuk masing-masing departemen produksi tersebut
2.  ditentukan dasar pembebanan BOP tersebut, sesuai dengan sifat departemen produksi yang bersangkutan.
3.  ditetapkan tariff BOP berdasarkan anggaran BOP dibagi degan dasar pembebanan.


Pengertian Variable Costing


VARIABEL COSTING
Variable costing adalah metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variable kedalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.

Manfaat variable costing :

1.  laporan L/R dengan contribusi margin hamper mengikuti pemikiran manajemen tentang prestasi laba sebagai fungsi penjualan.
2.  informasi untuk analisis biaya-volume-laba dapat diperoleh langsung dari laporan L/R
3.  penentuan harga pokok variable menyajikan dasar untuk menyiapkan anggaran fleksibel (yang memisahkan biaya variable dari biaya tetap)

Kelemahan variable costing :

1.                  pemisahan pola perilaku biaya menjadi biaya variable dan tetap sebenarnya sulit dan hasilnya merupakan taksiran.
2.                  penentuan harga pokok variable tidak dapat digunakan untuk pelaporan eksternal, maksudnya tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim (SAK)
3.                  Untuk perusahaan yang kegiatan usahanya bersifat musiman, variable costing akan menyajikan kerugian yang berlebihan dalam periode tertentu dan menyajikan laba yang tidak normal pada periode lainnya.

4.                  tidak diperhitungkannya biaya overhead pabrik tetap dalam persediaan dan harga pokok persediaan akan mengakibatkan nilai persediaan lebih rendah, sehingga akan mengurangi odal kerja yang dilaporkan untuk tujuan-tujuan analisis keuangan. 

Pengertian Harga pokok proses (process costing)


HARGA POKOK PROSES
(PROCESS COSTING)


Harga pokok proses (process costing) merupakan metode perhitungan harga pokok produk yang berdasarkan kepada pengumpulan biaya – biaya produksi dalam satu periode tertentu dibagi dengan jumlah unit produksi periode yang bersangkutan.

Adapun ciri – ciri perusahaan yang menggunakan metode harga pokok proses dalam kegiatan operasionalnya adalah sebagai berikut :
a.       Proses produksinya berlangsung sacara terus – menerus.
b.      Produk yang dihasilkan bersifat produk standar.
c.       Tujuan produksi adalah untuk persediaan yang selanjutnya untuk dijual.
d.      Tidak tergantung kepada spesifikasi pembeli.

Media yang digunakan dalam menghitung atau menentukan harga pokok produk adalah dengan membuat laporan harga pokok produksi, melalui pengolahan beberapa department.

Manfaat informasi yang didapat  manajeman dari metode harga pokok proses adalah :
Ø  Penentuan harga jual produk yang tepat 
Ø  Memantau realisasi biaya produksi
Ø  Menghitung laba/rugi per periodik secara transparan

Ø  Menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca. 

Pengertian Harga Pokok Pesanan


 Harga pokok pesanan (job order costing) adalah cara perhitungan harga pokok produksi untuk produk yangdibuat berdasarkan pesanan.

Ciri Khusus
1.      Tujuan produksi perusahaan adalah untuk melayani pesanan pembeli yang bentuknya tergantung pada spesifikasi pesanan, sehingga sifat produksinya terputus-putus dan setiap pesanan dapat dipisahkan identitasnya secara jelas.
2.      Biaya produksi dikumpulkan untuk setiap pesanan dengan tujuan dapat dihitung harga pokok pesanan dengan relative teliti dan adil.
3.      Biaya produksi dibagi menjadi dua jenis yaitu:
a.       Biaya Langsung (direct cost) meliputi biaya bahan baku (raw material) dan biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost) yang dihitung berdasarkan biaya sebenarnya.
b.      Biaya tidak langsung (indirect cost) meliputi biaya produksi diluar biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja tidak langsung yang dihitung berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka.
4.      Harga Pokok pesanan untuk setiap pesanan dihitung pada waktu pesanan selesai diproduksi.
5.      Harga pokok satuan ditetapkan dengan cara membagi total biaya suatu pesanan yang bersangkutan dengan jumlah satuan produk pesanan yang bersangkutan.

6.      Untuk mengumpulkan biaya produksi masing-masing pesanan, dipakai kartu harga pokok pesanan (job order cost method). 

Pengertian Kompensasi


Merupakan salah satu tujuan utama seseorang bekerja. Kompensasi yaitu semua bentuk penghargaan atau imbalan yang diberikan oleh perusahaan untuk penggantian atas kinerja pegawai yang terdiri dari bentuk finansial seperti gaji pokok, insentif, bonus, dan tunjangan lainnya. Serta bentuk non finansial seperti pekerjaan yang menarik minat, tantangan pekerjaan, tanggung jawab, pengakuan yang memadai atas prestasi yang dicapai, serta adanya peluang promosi bagi pegawai berpotensi yang diperoleh pegawai sebagai bagian dari sebuah hubungan kepegawaian.

Komponen Kompensasi

1.      Kompensasi financial langsung (direct financial compensation) : contoh : gaji, upah, bonus, dan komisi
2.      Kompensasi financial tidak langsung (indirect financial compensation) :Disebut juga dengan tunjangan. Contoh: asuransi jiwa dan kesehatan, bantuan sosial, jaminan pensiun, jaminan tenaga kerja, dll.
3.      Kompensasi non financial (non financial compensation)
a.       Kepuasan yang diperoleh pegawai dari pekerjaan itu sendiri, antara lain berupa: tantangan pekerjaan, tanggung jawab, promosi.

b.      Kepuasan yang diperoleh pegawai dari lingkungan pekerjaan, berupa : kebijakan perusahaan , pengawasan, rekan kerja. 

Ruang Lingkup Akuntansi


a.        Pengertian Akuntansi
Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan tentang entitas ekonomi yang di maksudkan agar berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam membuat pilihan-pilihan yang sesuai diantara berbagai alternatif  tindakan. 
Dari  pengertiaan diatas untuk memahami akuntansi dapat dilihat sebagai:

        Akuntansi berfungsi sebagai penyedia informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi input dalam proses pengambilan keputusan ekonomik dan rasional.contoh keputusan ekonomik adalah menerima atau menolak permintaan kredit, melepas kembali atau mempertahankan saham (surat tanda pemilikan pada perseroan terbatas).

b.        Kegunaan dan Pemakai Informasi Akuntansi
Kegiatan akuntansi meliputi, pengidentifikasian dan pengukuran data yang relevan untuk suatu pengambilan keputusan, Pemprosesan data yang bersangkutan kemudian pelaporan informasi yang dihasilkan, Pengkomunikasian informasi kepada pemakai laporan baik oleh pihak internal maupun pihak eksternal, Pihak- pihak tersebut antara lain: 
        Pihak Internal dalam hal ini adalah pihak manajemen yang berkepentingan langsung terhadap informasi keuangan, untuk tujuan perencanaan, pengkoordinasian dan pengendalian perusahaan.
        Pihak Eksternal :
a)      Investor atau Pemilik
Merupakan pihak yang menyediakan dan menamkan dananya kedalam perusahaan.
b)      Kreditur
Merupakan pihak yang meminjamkan dananya kepada perusahaan.
c)      Pelanggan 
Pihak ini berkepentingan dengan informasi keuangan untuk mengevaluasi hubungan usaha dengan perusahaan dan untuk menentukan kelanjutan hubungan dimasa yang akan datang.
d)     Lembaga Pemerintahan
Lembaga ini diantaranya berkepentingan untuk mengevaluasi pajak yang telah disetor oleh perusahaan apakah sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
e)      Karyawan 
Mereka mempunyai kepentingan terhadap informasi keuangan untuk mengetahui hak-hak apa yang dapat diperoleh dari perusahaan. Berdasarkan informasi tersebut karyawan diantaranya dapat mengajukan usulan kenaikan gaji, upah, atau tunjangan lainnya.

b.        Konsep Dasar Akuntansi 
Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia, pencatatan transaksi akuntansi dan  penyusunan  laporan keuangan didasari oleh konsep-konsep sebagai berikut :
1.      Konsep Kesatuan Akuntansi (Bussines Entity Concept).
Konsep ini mengandung pengertian untuk memisahkan harta perusahaan dan harta pemilik perusahaan.
2.      Konsep Periode Akuntansi (Periodicity)
Kegiatan perusahaan dapat dibagi dalam beberapa periode, sehingga perkembangan usaha juga dapat dicatat secara periodic.
3.      Konsep Kontinuitas Usaha (Going Concern)
Suatu perusahaan diasumsikan akan terus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan kecuali ada bukti-bukti sebaliknya.
4.      Konsep Pengukuran Dalam Nilai Uang (Unit of Measure)
Transaksi dan kejadian akuntansi dicatat dalam satuan uang 
5.      Konsep Biaya Historis (Historical Cost Concept)
Kita dapat menyatakan harta dicatat dan dilaporkan sesudahnya untuk harga akuisisi atau biaya historis, meski ukuran lain seperti nilai taksiran atau nilai pasar, harus digunakan untuk pelaporan periode berkala.


d. Siklus Akuntansi Manual
Akuntansi menyediakan informasi keuangan yang berguna untuk pengambilan keputusan. Untuk menyediakan informasi tersebut, dibutuhkan data keuangan dan diproses dengan cara tertentu. 

Sistem Pengendalian Intern (SPI) untuk Sistem Penerimaan Kas Lembaga Pendidikan LABALA


A. Struktur Organisasi
1.                  Bagian Marketing dan Akademik terpisah dengan Bagian Staff. Bagian Marketing dan Akademik bertugas untuk menerima calon siswa baru dan mengurusi pendaftaran siswa baru, sedangkan Bagian Staff bertugas menyetorkan uang ke bank dan membuat jurnal. 
2.                  Adanya kerangkapan pekerjaan pada Bagian Staff, sehingga diharuskan adanya pemisahan bagian menjadi Bagian Keuangan dan Bagian Akuntansi.
3.                  Sistem Penerimaan Kas pada lembaga pendidikan labala dilakukan oleh Bagian Marketing dan Akademik, dan Bagian Staff.

B. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan
1.                  Penerimaan Kas diotorisasikan oleh Bagian Marketing dan Akademik dengan cara membubuhkan cap ”Lunas” pada faktur pembayaran.
2.                  Penyetoran uang ke Bank dilakukan oleh Bagian Staff. Menurut SPI yang seharusnya melakukan penyetoran uang ke Bank adalah Bagian Keuangan agar sesuai dengan fungsinya.
3.                  Pencatatan jurnal dilakukan oleh Bagian Staff. Menurut SPI pencatatan jurnal dilakukan oleh Bagian Akuntansi.

C.   Praktik yang Sehat
Jumlah Kas yang diterima dari penerimaan kas disetor seluruhnya ke bank pada periode yang telah ditentukan oleh lembaga pendidikan labala. Penyetoran kas yang di dapat dari penerimaan kas ke bank akan menjadikan jurnal kas perusahaan dapat diuji ketelitian dan keandalannya.

D.  Karyawan yang Mutunya Sesuai dengan Tanggung Jawab


Karyawan di lembaga pendidikan labala sudah sesuai ditempatkan di bagian yang sesuai dengan kemampuannya dan dapat bertanggung jawab atas pekerjaannya. 

Unsur Pengendalian Intern


Menurut Mulyadi (2001:470) Unsur pengendalian intern yang seharusnya ada dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai adalah sebagai berikut :
A.  Struktur Organisasi
  Struktur organisasi yang tepat bagi suatu perusahaan belum tentu baik bagi perusahaan yang lain. Perbedaan struktur organisasi di antaranya dapat dilihat dari berbagai hal seperti jenis, luas perusahaan, banyaknya cabang-cabang dan lain-lain. Struktur organisasi yang disusun oleh sebuah perusahaan harus dapat menunjukkan garis-garis wewenang dan tanggung jawab yang jelas, dalam arti jangan sampai terjadi adanya overlap fungsi masingmasing bagian. 
Untuk dapat memenuhi syarat bagi adanya suatu pengawasan yang baik, hendaknya struktur organisasi dapat memisahkan fungsi-fungsi operasional, penyimpanan dan pencatatan. Pemisahan fungsi-fungsi ini diharapkan dapat mencegah timbulnya kecurangankecurangan dalam perusahaan. Pemisahan fungsi dalam perusahaan dan adanya penetapan garis wewenang dan tanggung jawab yang jelas.

B.   Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan
 Untuk dapat mengatasi transaksi-transaksi di dalam perusahaan yang berkenaan dengan data-data finansial yang menyangkut perusahaan, harta, utang, modal dan hasil usaha dlaam suatu periode akuntansi perlu dibuatkan suatu pedoman sistem dan prosedur akuntansi yang didalamnya tercakup klasifikasi rekening. Agar tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh manajer dapat dilaksanakan dengan tepat, maka perlu penyusunan formulir-formulir dan pencatatan-pencatatan yang baik dan tepat.

C.   Praktik Yang Sehat
Yang dimaksud praktek-praktek yang sehat adalah setiap pegawai dalam perusahaan melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Praktek yang sehat ini harus berlaku untuk ke seluruh prosedur yang ada, sehingga pekejaan suatu bagian akan langsung dicek oleh bagian lainnya. Pekerjaan pengecekkan seperti ini dapat terjadi bila struktur organisasi dan prosedur yang disusun itu sudah memisahkan tugas-tugas dan wewenangwewenang sehingga tidak ada satu bagian pun dalam perusahaan yang mengerjakan suatu transaksi dari awal sampai akhir.

D.  Karyawan yang Mutunya Sesuai Dengan Tanggung Jawab. 

Tingkat kecakapan pegawai dari suatu perusahaan akan sangat mempengaruhi sukses tidaknya suatu sistem pengendalian intern. Apabila sudah disusun struktur organisasi yang tepat, prosedur yang baik, tetapi tingkat kecakapan tidak memenuhi syarat yang diminta, bisa diharapkan bahwa sistem pengawasan intern juga tidak akan berhasil dengan baik. 


Untuk mendapatkan pegawai yang cukup cakap harus dimulai sejak penerimaan pegawai baru yaitu melalui tes-tes dan seleksi agar dapat ditentukan apakah yang bersangkutan memenuhi kriteria yang diinginkan.
Dalam proses penilaian pengendalian intern yang berhubungan dengan karyawan, beberapa hal yang diperlukan antara lain :
Ø  Apakah karyawan tersebut mempunyai pengalaman dan latar belakang pendidikan yang cukup dalam menangani tugasnya.
Ø  Apakah mereka diawasi secara cukup untuk menjamin pekerjaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Ø  Apakah karyawan yang menangani / menyimpan dana atau surat berharga cukup terjaminkan.

Pegawai yang cukup cakap untuk suatu pekerjaan bukan berarti pegawai yang tingkat pendidikannya paling tinggi, sehingga gajinya juga besar, tetapi mungkin dengan pendidikan menengah sudah cukup. Hal-hal ini seperti perlu dipertimbangkan agar dapat diperoleh pegawai yang cukup cakap tetapi juga ekonomis. 

Pengertian dan Fungsi Sistem Pengendalian Intern (SPI)


Menurut Mulyadi: “Pengendalian Intern meliputi struktur organisasi metode dan prosedur yang dikoordinasikan dan diterapkan dalam perusahaan dengan tujuan untuk mengamankan harta milik perusahaan, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansinya, mendorong efisiensi, dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan sebelumnya.
  Fungsi pengendalian intern adalah :
a.       Mencegah terjadinya penyimpangan, kelalaian dan kelemahan sehingga tidak terjadi kerugian yang diinginkan.
b.      Memperbaiki kesalahan dan penyelewengan agar pelaksanaan pekerjaan tidak mengalami hambatan dan peborosan-pemborosan.
c.       Mempertebal rasa tanggung jawab terhadap pegawai yang diserahi tugas dan wewenang dalam pelaksanaan pekerjaan.
d.      Mendidik para pegawai untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan pengendalian intern dalam suatu perusahaan diharapkan dapat mampu mengetahui dan mencegah kemungkinan terjadinya penyimpangan. Meskipun pada akhirnya tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik tetapi hendaknya akibat sampingan yang mungkin timbul dan dapat merugikan perusahaan dapat ditekan sekecil mungkin dan bila mana mungkin dihilangkan. 

Pengertian Akuntansi Keuangan


Akutansi , saya yakin setiap orang pasti pernah mendengar istilah tersebut. namun apa yang dimaksud akutansi keuangan??? berikut penjelasannya



sebelum membahas tentang akuntansi keuangan kita harus tahu terlebih dahulu tentang akuntansi.


akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis". Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik.


Lalu apa itu akutansi Keuangan??


Akuntansi keuangan adalah bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak luar, seperti pemegang saham, kreditor, pemasok, serta pemerintah. Prinsip utama yang dipakai dalam akuntansi keuangan adalah persamaan akuntansi (Aset = Liabilitas + Ekuitas). Akuntansi keuangan berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk suatuperusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut. 


Laporan ini yang disusun untuk kepentingan umum dan biasanya digunakan pemilik perusahaan untuk menilai prestasi manajer atau dipakai manajer sebagai pertanggungjawaban keuangan terhadap para pemegang saham. Hal penting dari akuntansi keuangan adalah adanya Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan aturan-aturan yang harus digunakan di dalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan untuk kepentingan eksternal. Dengan demikian, diharapkan pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi melalui laporan keuangan ini, sebab mereka menggunakan acuan yang sama yaitu SAK. SAK ini mulai diterapkan diIndonesia pada 1994, menggantikan Prinsip-prinsi Akuntansi Indonesia tahun 1984.

sekian artikel tentang Pengertian akuntansi keuangan , semoga bermanfaat

Perintah dasar di Microsoft Excel

       
 Seperti yang kita tahu dunia ekonomi tidak lepas dari hitung-hitungan , yang berarti menggunakan banyak rumus dasar dari matematika. salah satu software yang paling sering digunakan dalam dunia ekonomi adalah microsoft excel. untuk mengenal microsoft excel berikut perintah-perintah dasar yang terdapat pada Microsoft excel
        Untuk menjalankan program Excel ini dapat kita mulai dengan hanya meng-klik menu Start yang kemudian dilanjutkan dengan memilih Program, lalu pilih Microsoft Excel dan siaplah kita untuk memulai program ini. Setelah mendapatkan tampilan maka kita akan mulai dengan membahas beberapa kegunaan pada menu bar


  1. Menyiapkan WorkBook
Jika pada saat memulai Excel tersebut kita mendapatkan halaman kosong tanpa lembar kerja, ataupun kita ingin mendapatkan workbook baru maka kita yang harus kita lakukan adalah :
o Klik menu File, kemudian klik New
o Disebelah kanan akan terlihat Task Pane, dan klik Blank Workbook
Atau dapat juga dengan hanya melakukan klik pada ikon New yang berada pada pojok kiri toolbar.

  1. Membuka File : Klik menu File, kemudian klik Open
Atau dapat juga dengan hanya melakukan klik pada ikon Open yang berada pada nomor dua dari sebelah kiri toolbar.

  1. Menyimpan File : Klik menu File, kemudian klik Save
Atau dapat juga dengan hanya melakukan klik pada ikon Save yang bertanda disket.
Menyimpan File dengan nama berbeda : Klik menu File, kemudian klik Save As

  1. Setting Kertas dan Tampilan : Klik menu File, kemudian klik Page Setup
o   Page : Berisikan tentang setting kertas (Portrait/Landscape), besar tulisan dalam prosen (Adjust to), ukuran/jenis kertas (Paper Size).
o   Margins : Berisikan tentang pengaturan rata kiri, kanan, atas dan bawah, Header dan Footer, serta pengaturan center pada halaman (Center on Page).
o   Header/Footer : Berisikan tentang pemberian nama pada Header dan atau Footer (custom) yang dapat juga digunakan untuk pemberian halaman
o   Sheet :  Berisikan tentang bagian yang harus ada atau diulang pada setiap page (nomor dan atau judul), pengaturan print halaman (kebawah atau kesamping).

  1. Melihat Hasil Kerja : Klik menu File, kemudian klik Print Preview
Atau dapat juga dengan hanya melakukan klik pada ikon Print Preview yang berada pada nomor delapan dari sebelah kiri toolbar.

f.   Print : Klik menu File, kemudian klik Print (Ctrl + P).
Disini Anda akan dapat memilih jenis printer, halaman berapa atau bagian, serta berapa lembar apa yang ingin Anda print. Atau dapat juga dengan hanya melakukan klik pada ikon Print yang berada pada nomor tujuh dari sebelah kiri toolbar jika Anda ingin dan yakin semua data akan di-print.

  1. Memindahkan data : Klik menu Edit, kemudian klik Cut (Ctrl + X).
Atau dapat juga dengan hanya melakukan klik pada ikon Cut yang bertandagunting.

  1. MenCopy dan Menampilkannya : Klik menu Edit, kemudian klik Copy (Ctrl + C) atau klik ikon Copy (berada pada sebelah kanan ikon Cut), kemudian ditampilkan dengan cara Klik menu Edit, kemudian klik Paste (Ctrl + V) atau klik ikon Paste (berada pada sebelah kanan ikon Copy).
  2. Mencari Data :  Klik menu Edit, kemudian klik Find (Ctrl + F)
  3. Berpindah Halaman : Klik menu Edit, kemudian klik Go To (Ctrl + G)
  4. Mengurutkan Data : Klik menu Data, kemudian klik Sort
Dilakukan apabila kita ingin mengurutkan data dengan beberapa kategori tertentu, namun apabila kita hanya mengurutkan tanpa kategori-kategori tertentu maka dapat dilakukan klik pada ikon Sort (Ascending/Descending) yang berada pada sebelah kanan ikon Sum (Σ).

  1. Menyembunyikan dan Menampilkan Baris dan atau Kolom :
Klik menu Window, kemudian klik Hide (menyembunyikan), dan Klik menu Window, kemudian klik Unhide (menampilkan).

  1. Tetap Menampilkan Baris dan atau Kolom Tertentu :
Klik menu Window, kemudian klik Freeze Panes, dan jika ingin mengembalikan seperti semula klik menu Window, kemudian klik Unfreeze Panes.

Dalam menggunakan media Excel untuk melakukan segenap proses Audit selain cara diatas kita juga dapat menggunakan Klik Kanan pada pointer mouse kita.

  1. Penggunaan Cut, Copy, Paste sudah kita bahas diatas, poin g dan h.

  2. Paste Special sudah sedikit kita bahas diatas, perbedaan dengan menggunakan Paste biasa adalah jika kita menggunakan Paste pada beberapa versi Excel dan teks yang di copy mempunyai format tertentu maka yang di tampilkan adalah teks tanpa format. 
o   All, dipilih jika kita ingin menampilkan seluruh teks yang telah dicopy sebelumnya termasuk dengan format, rumus, ataupun komentar
o   Formulas, dipilih jika kita hanya ingin menampilkan rumus yang ada pada sel yang telah dicopy sebelumnya
o   Values, dipilih jika kita hanya ingin menampilkan angka yang ada pada sel yang telah dicopy sebelumnya.
o   Formats, dipilih jika kita hanya ingin menampilkan format yang ada pada sel yang telah dicopy sebelumnya.
o   Comments, dipilih jika kita hanya ingin menampilkan Comments yang ada pada sel yang telah dicopy sebelumnya.

  1. Insert dan Delete, Insert kita gunakan jika kita ingin menambahkan atau menyisipkan baris atau kolom dan juga menghilangkannya.
  2. Insert Comment, dipilih jika kita ingin memberikan catatan pada suatu acount atau teks. Jika fasilitas ini kita pilih maka pada kolom tersebut akan muncul option Edit Comment (untuk merubah) dan Delete Comment (untuk menghapus).
  3. Format Cells, dipilih jika kita ingin memberikan format/setting pada cell;
o   Number, digunakan untuk melakukan setting pada tanggal, angka, mata uang, persentase, waktu dan lain-lain.
o   Alignment, digunakan untuk melakukan setting pada text :
§  Text Alignment;
·         Horizontal, .....................
·         Vertical, ..........................
·         Wrap Text, ....................
·         Shrink to Fit, .................
·         Merge Cells, ..................
·         Degrees, .........................
o   Font, mengatur besar/kecil huruf, model huruf, cetak tebal, miring dan atau garis bawah.


o   Border, mengatur pembuatan garis pada table.

Berita Tekno Terbaru

Berita Tekno Terbaru
it-jurnal.com

review Film Terbaik

Cloud Service Provider

About Us -|- Contact Us- | -Disclaimer-| -Daftar ISI