Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label E-commerce. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label E-commerce. Tampilkan semua postingan

Komponen Utama E-Commerce


Komponen Utama E-Commerce  

1. Electronic Data Interchange (EDI)
Sebagai pertukaran data antar computer antar berbagai oerganisasi atau suatu informasi terstruktur dalam format yang standart dan bisa diolah oleh computer.
Tujuan :
  •  Untuk memfasilitasi perdagangan dengan cara mengikat aplikasi bisnis antar partner dagang
  •  Meningkatkan proses manual untuk menukarkan informasi dengan bidang bisnis lainnya dalam berbagai cara, misalnya data hanya perlu dimasukkan satu kali saja, kemudian data tersebut bisa digunakan oleh pihak pengirim barang, manager kantor, dan lain-lain.

2. Digital Currency
Digital Currency dimaksudkan untuk memungkinkan user untuk memindahkan dananya secara electronik dalam lingkaran kerja tertentu.

3. Electronic Catalogs
E-Catalogs merupakan antar muka grafis (Graphical User Interface) yang umumnya berbentuk halaman WWW dimana menyediakan informasi tentang penawaran produk dan jasa

4. Intranets dan Extranets
Intranet adalah kumpulan web site yang dimiliki oleh suatu kelompok (biasanya perusahaan) yang bisa diakses hanya oleh anggota kelompok tersebut.
Extranets merupakan area tertentu dari intranet yang bisa diakses oleh kelompok diluar anggota kelompok intranet tapi dengan otoritas tertentu.


1. Sistem Perdagangan di Internet
Sistem Perdagangan Internet (SPI) harus dapat memenuhi kebutuhan keamanan pihak-pihak yang melakukan suatu transaksi di internet, kebutuhan umum suatu transaksi setidaknya harus dapat menjamin hal-hal sebagai berikut :
  • Kerahasiaan (confidentiality) : Data transaksi harus dapat disampaikan secara rahasia se- hingga tidak dapat dibaca oleh pihak-pihak yang tidak diinginkan.
  • Keutuhan (integrity) : Data setiap transaksi tidak boleh berubah saat disampaikan melalui suatu saluran komunikasi.
  • Keabsahan atau keotentikan (authenticity) , meliputi :
a. Keabsahan pihak-pihak yang melakukan transaksi : Bahwa sang konsumen adalah seorang pelanggan yang sah pada suatu perusahaan penyelengara sistem pembayaran tertentu (misalnya kartu kredit Visa dan MasterCard, atau kartu debit seperti Kualiva dan StarCard misalnya) dan keabsahan keberadaan pedagang itu sendiri.
b. Keabsahan data transaksi : Data transaksi itu oleh penerima diyakini dibuat oleh pihak yang mengaku membuatnya Hal ini termasuk pula jaminan bahwa tanda tangan dalam dokumen tersebut tidak bisa dipalsukan atau diubah.
  • Dapat dijadikan bukti/tak dapat disangkal (non-repudiation): catatan mengenai transaksi yang telah dilakukan dapat dijadikan barang bukti di suatu saat jika ada perselisihan.

2. Klasifikasi Sistem Perdagangan
Beberapa macam klasifikasi dari sistem perdagangan yang banyak di kenal di masyarakat, antara lain :

1. Berdasarkan Kesiapan Pembayaran
Semua alat pembayaran berdasarkan kesiapan konsumen saat membayar, dapat dikategorikan dalam [ Frie 97]

  •  Sistem debit, dimana konsumen harus terlebih dahulu memiliki cadangan dana di suatu tempat, biasanya berupa rekening di suatu bank. Contohnya : penggunaan kartu debit dan cek
  •  Sistem kredit, dimana seorang pembeli dapat berhutang dahulu kepada sebuah pihak saat pembelian. Konsumen akan ditagih melalui mekanisme tertentu. Contoh pembayaran dengan sistem kredit, kartu kredit (misalnya Visa dan MasterCard).
  •  Sistem pre-paid, sesuai dengan namanya, konsumen harus ‘membeli’ dan ‘memiliki’ uang tersebut sebelum membeli sesuatu. Uang logam dan kertas yang diedarkan pemerintah, emas, traveler’s cheque, kupon dan digital cash (seperti CyberCoin, Ecash/CAFE dan Mondex) adalah contoh pembayaran dengan sistem pre-paid. 
2. Berdasarkan Keterlacakan Transaksi
  •  Transaksi teridentifikasi terlacak. Keterlacakan transaksi penting dalam transaksi dengan nilai uang yang besar, karena jika terjadi penipuan, maka transaksi tersebut harus bisa dilacak dengan mudah. Jadi, transaksi tersebut meninggalkan jejak. 
  • bTransaksi anonim. Dalam transaksi jenis in, pedagang tidak mengetahui identitas konsumen. Transaksi yang dilakukan seseorang bertopeng yang membeli permen dari seorang pedagang kaki lima dengan uang logam, dapat dikategorikan transaksi anonim. 
3. Berdasarkan Status Hukum Pihak-pihak yang Bertransaksi
  • ada sistem pedagang-konsumen, secara hukum jelas terlihat siapa yang menjadi pedagang dan siapa yang menjadi konsumen
  • Pada sistem peer-to-peer, transaksi tidak perlu dilakukan dengan pedagang yang ‘resmi’ menerima jenis alat pembayaran tertentu, namun bisa dilakukan dengan siapa saja yang mau menerima alat pembayaran tersebut, bahkan antarkonsumen.
4. Berdasarkan Waktu Konfirmasi Keabsahan Transaksi
  •  Dengan sistem pembayaran elektronik on-line, setiap dilakukan transaksi, pedagang dapat mela kukan pemeriksaan terhadap keabsahaan alat pembayaran yang di pergunakan konsumen sebelum konsumen dapat mengambil barang yang diinginkannya
  • Kemudian, ada juga sistem pembayaran elekronik off-line. Konsumen dan pedagang dapat melakukan transaksi tanpa perlu ada pihak ketiga untuk melakukan proses otentikasi dan otorisasi saat berlangsungnya transaksi. Sebagai contoh, digital cash
5. Berdasarkan Bagaimana Kepercayaan Diberikan
  •  Sistem yang memerlukan kepercayaan tinggi kepada pihak lain yang terlibat transaksi. Pada penggunaan kartu debit/ATM misalnya, seorang konsumen harus percaya kepada bank mengenai jumlah uang yang dilaporkan setiap bulan kepadanya. 
  • Sistem transaksi yang tidak memerlukan kepercayaan tinggi kepada pihak lain yang terlibat transaksi. Selain itu ada pula sistem dimana semua pihak bisa membuktikan keterkaitan/ketidakterkaitannya dalam suatu transaksi, baik itu konsumen, pedagang, maupun bank. Contohnya adalah penggunaan tanda tangan digital pada transaksi elektronik

Jenis-jenis E-commerce


E-Commerce dapat dibagi menjadi beberapa jenis yang memiliki karakteristik berbeda-beda.

1. Business to Business (B2B)
Business to Business eCommerce memiliki karakteristik:

a) Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).

b) Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.

c) Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu parternya.

d) Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, dimana processing intelligence dapat

didistribusikan di kedua pelaku bisnis.
Business to Business eCommerce umumnya menggunakan mekanisme Electronic Data Interchange (EDI). Sayangnya banyak standar EDI yang digunakan sehingga menyulitkan interkomunikasi antar pelaku bisnis. Standar yang ada saat ini antara lain: EDIFACT, ANSI X.12, SPEC 2000, CARGO-IMP, TRADACOMS, IEF, GENCOD, EANCOM, ODETTE, CII.

2. Business to Consumer (B2C )
Business to Consumer eCommerce memiliki karakteristik sebagai berikut:

a Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.

b) Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.

c) Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakukan inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan


d) Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (busin procedure) diletakkan di sisi server

Bussines to consumer eCommerce memiliki permasalahan yang berbeda Mekanisme untuk mendekati consumer pada saat ini menggunakan bermacam-macam pendekatan seperti misalnya dengan menggunakan “electronic shopping mall”atau menggunakan konsep “portal”.

Electronic shopping mall menggunakan web sites untuk menjajakan produk dan servis. Para penjual produk dan servis membuat sebuah storefront yang menyediakan katalog produk dan servis yang di berikan nya Calon pembeli dapat melihat-lihat produk dan servis yang tersedia. Contoh penggunaan web site untuk menjajakan produk dan servis antara lain:

- Amazon http://www.amazon.com
Amazon merupakan toko buku virtual yang menjual buku melalui web sitenya. Kesuksesan Amazon yang luar biasa menyebabkan toko buku lain harus melakukan hal yang sama.

- eBay http://www.ebay.com,
erupakan tempat lelang on-line.

Konsep portal agak sedikit berbeda dengan electronic shopping mall, dimana pengelola portal
menyediakan semua servis di portalnya (yang biasanya berbasis web). Sebagai contoh, portal menyediakan eMail gratis yang berbasis Web Contoh portal antara lain:

·Netscape Home >
·My Yahoo

3. Perdagangan Kolabratif.(collaborative commerce).
Dalam c-commerce, para mitra bisnis berkolaborasi (alih-alih membeli atau menjual) secara elektronik. Kolaborasi semacam ini seringkali terjadi antara dan dalam mitra bisnis do sepanjang rantai pasokan.

4. Consumen to consumen(C2C)
Dalam C2C seseorang menjual produk atau jasa ke orang lain. Dapat juga disebut sebagai pelanggan ke palanggan yaitu orang yang menjual produk dan jasa ke satu sama lain. Lelang C2C. Dalam lusinan negara, penjualan dan pembelian C2C dalam situs lelang sangat sangat banyak. Kebanyakan lelang dilakukan oleh perantara, seperti eBay.com, auctionanything.com

Iklan Kecik. Orang mejual ke orang lainnya setiap hari melalui iklan kecik (classified ad) di koran dan majalah. Iklan kecik berbasis internet memiliki satu keunggulan besar dari pada berbagai jenis iklan kecik yang lebih tradisional seperti AOL, MSN dll.

Layanan Personal. Banyak layanan personal (pengacara, tukang, pembuat laporan pajak, penasehat investasi, layanan kencan) tersedia di internet.

5. Comsumen to Business(C2B).
Dalam C2B konsumen memeritahukan kebutuhan atas suatu produk atau jasa tertentu, dan para pemasok bersaing untuk menyediakan produk atau jasa tersebut ke konsumen. Contohnya di priceline.com, dimana pelanggan menyebutkan produk dan harga yang di inginkan dan priceline mencoba menemukan pemasok yang memenuhi kebutuhan tersebut

6. Perdagangan Intrabisnis (Intraorganisasional)
Dalam situasi ini perusahaan menggunakan ecommerce secara internal untuk Memperbaiki operasinya. Kondisi khusus dalam hal ini disebut sebagai e-commerce B2E (business to its employees) yang digambarkan dalam studi kasus terbuka.

7. Pemerintah ke Warga (Goverment to Citizen—G2C)
E-goverment yaitu penggunaan teknologi internet secara umum dan e-commerce secara khusus untuk mengirim-kan informasi dan layanan publik ke warga, mitra bisnis, dan pemasok entitas pemerintah, serta mereka yang bekerja di sektor publik. pemerintah serta berpartisipasi dalam berbagai lembaga dan proses demokrasi. E-goverment dapat dibagi menjadi tiga kategori :

  • Pemerintah ke Warga (Goverment to Citizen). Lembaga pemerintah makin banyak yang menggunakan internet untuk menyediakan layanan pada warga.
  •  Pemerintah ke Perusahaan (Goverment to Business). Pemerintah menggunakan internet untuk menjual dan membeli dari perusahaan.
  • Pemerintah ke Pemerintah (Goverment to Government). Meliputi e-commerce intrapemerintah ( transaksi antar pemerintah yang berbeda) serta berbagai layanan

8. Perdagangan Mobile ( mobile commerce—m-commerce ).
Ketika e-commerce dilakukan dalam lingkungan nirkabel, seperti dengan menggunakan telepon selluler untuk mengakses internet dan berbelanja, maka hal ini disebut m-commerce

Pengertian E-Commerce


Pengertian E-Commerce

Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e- commerce is a part of ebusiness”.
Penggunaan internet dipilih oleh kebanyakan orang sekarang ini karena kemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet, yaitu:

- Internet sebagai jaringan publik yang sangat besar (huge/widespread network), layaknya yang dimiliki suatu jaringan publik elektronik, yaitu murah, cepat dan kemudahan akses.

- Menggunakan electronic data sebagai media penyampaian pesan/data sehingga dapat dilakukan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah dan ringkas, baik dalam bentuk data elektronik analog maupun digital.

E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers) , manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (Computer networks) yaitu internet.

Kelebihan E-commerce

1. Otomatisasi
Proses Otomatisasi yang menggantikan Proses manual
2. Integrasi
Proses yang terintegrasi yang akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses
3. Publikasi
Memberi jasa promosi dan komunikasi atas produk dan jasa yang dipasarkan
4. Interaksi
Pertukaran data atau informasi antar berbagai pihak yang akan meminimalkan ‘Human Eror
5. Transaksi
Kesepakatan antara 2 pihak untuk melakukan transaksi melibatkan insitusi lainnya sebagai pihak yang menangani membayaran.

Keuntungan E-commerce

1. Bagi Konsumen
Harga Lebih Murah, Belanja pada cukup satu Tempat

2. Bagi Pengelola Bisnis
Efisiensi, Tanpa Kesalahan, Tepat waktu

3. Bagi Manajemen
Peningkatan Pendapatan, Loyalitas Pelanggan

Ruang Lingkup E-Commerce 

1. ELECTRONIC BUSINESS (E-business)
Merupakan lingkup aktivitas perdagangan secara electronic dalam arti luas.

2. ELECTRONIC COMMERCE (E-Commerce)
Merupakan Lingkup Perdagangan yang dilakukan secara Electronic, dimana didalamya termasuk:

• Perdagangan via Internet (Internet Commerce)
• Perdagangan dengan fasilitas Web Internet (Web-Commerce)

Perdagangan dengan sistem pertukaran data terstruktur secara electronic ( Electronic Data Interchange / EDI

Berita Tekno Terbaru

Berita Tekno Terbaru
it-jurnal.com

review Film Terbaik

Cloud Service Provider

About Us -|- Contact Us- | -Disclaimer-| -Daftar ISI