Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label Sistem akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem akuntansi. Tampilkan semua postingan

Logika (DFD) Sistem Penerimaan Kas


Sistem Penerimaan Kas diawali dari Pendaftaran yang dilakukan Siswa kepada sistem menghasilkan dokumen berupa Formulir yang diberi nama Formulir Pendaftaran (FPD) yang akan diserahkan kepada Siswa, lalu Siswa menyerahkan formulir kepada Sistem. Kemudian sistem juga menghasilkan laporan keuangan yang harus diserahkan kepada Manajemen.

Dalam Sistem Penerimaan Kas terdapat 3 proses didalamnya yaitu proses Pembuatan SP&FP, proses pembuatan Pita Register Kas (PRK) dan proses Penjurnalan. Yang masing-masing proses memiliki proses lanjutan, pada proses pembuatan SP&FP terdapat proses Validasi data 1 dan Pencetakan SP&FP. Pada proses pembuatan PRK terdapat proses Validasi data 2 dan proses Percetakan PRK. Dan pada proses Penjurnalan terdapat proses validasi data 3 dan proses pembuatan jurnal dan proses Percetakan Laporan Penerimaan Kas.

Dalam proses lanjutan pada proses pembuatan SP&FP proses Validasi Data 1 membutuhkan input data dari File Siswa dan menghasilkan keluaran File Transaksi. Pada proses pencetakan SP&FP, proses tersebut membutuhkan input data dari File Transaksi, kemudian diteruskan ke proses selanjutnya.

Dalam proses lanjutan pada proses pembuatan PRK, proses Validasi Data 2 membutuhkan input data dari File Transaksi dan File Rekening serta menghasilkan File Pembayaran. Pada proses Pencetakan PRK proses tersebut membutuhkan input data dari File Transaksi, kemudian diteruskan ke proses selanjutnya.


Dalam proses lanjutan pada proses Penjurnalan, proses Validasi Data 3 membutuhkan input data dari File Rekening dan File Transaksi serta menghasilkan File Jurnal. Pada proses Pembuatan Jurnal, proses tersebut membutuhkan input data dari File Jurnal dan menghasilkan File Jurnal. Proses Percetakan Laporan Penerimaan Kas membutuhkan input data dari File Jurnal dan File Kas lalu menghasilkan Laporan Penerimaan Kas yang diteruskan kepada Manajemen.

Evaluasi Sistem Penerimaan KAS


Dalam sistem akuntansi penerimaan kas yang sedang berlangsung dalam perusahaan, memiliki kelemahan yaitu : Setiap bagian dipegang oleh satu orang karyawan yang sama sehingga adanya kerangkapan pekerjaan yang dapat menimbulkan kecurangan (fraud) dan manipulasi data dalam penerimaan kas.

Salah satu ciri Sistem Pengendalian Internal (SPI) yang baik adalah  pemisahan tugas dan tanggung jawab yang menerima kas dengan melakukan pencatatan, memberikan otorisasi atas penerimaan kas. Oleh karena itu, perlu adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab antara Bagian Marketing dan Bagian Akademik. Sedangkan Pekerjaan yang dilakukan oleh Bagian Staff tidak sesuai dengan fungsinya. Penyetoran uang ke bank seharusnya dilakukan oleh Bagian Keuangan dan pencatatan jurnal seharusnya dilakukan oleh Bagian Akuntansi agar kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan efektif.    

Sistem Pengendalian Intern (SPI) untuk Sistem Penerimaan Kas Lembaga Pendidikan LABALA


A. Struktur Organisasi
1.                  Bagian Marketing dan Akademik terpisah dengan Bagian Staff. Bagian Marketing dan Akademik bertugas untuk menerima calon siswa baru dan mengurusi pendaftaran siswa baru, sedangkan Bagian Staff bertugas menyetorkan uang ke bank dan membuat jurnal. 
2.                  Adanya kerangkapan pekerjaan pada Bagian Staff, sehingga diharuskan adanya pemisahan bagian menjadi Bagian Keuangan dan Bagian Akuntansi.
3.                  Sistem Penerimaan Kas pada lembaga pendidikan labala dilakukan oleh Bagian Marketing dan Akademik, dan Bagian Staff.

B. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan
1.                  Penerimaan Kas diotorisasikan oleh Bagian Marketing dan Akademik dengan cara membubuhkan cap ”Lunas” pada faktur pembayaran.
2.                  Penyetoran uang ke Bank dilakukan oleh Bagian Staff. Menurut SPI yang seharusnya melakukan penyetoran uang ke Bank adalah Bagian Keuangan agar sesuai dengan fungsinya.
3.                  Pencatatan jurnal dilakukan oleh Bagian Staff. Menurut SPI pencatatan jurnal dilakukan oleh Bagian Akuntansi.

C.   Praktik yang Sehat
Jumlah Kas yang diterima dari penerimaan kas disetor seluruhnya ke bank pada periode yang telah ditentukan oleh lembaga pendidikan labala. Penyetoran kas yang di dapat dari penerimaan kas ke bank akan menjadikan jurnal kas perusahaan dapat diuji ketelitian dan keandalannya.

D.  Karyawan yang Mutunya Sesuai dengan Tanggung Jawab


Karyawan di lembaga pendidikan labala sudah sesuai ditempatkan di bagian yang sesuai dengan kemampuannya dan dapat bertanggung jawab atas pekerjaannya. 

Unsur Pengendalian Intern


Menurut Mulyadi (2001:470) Unsur pengendalian intern yang seharusnya ada dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai adalah sebagai berikut :
A.  Struktur Organisasi
  Struktur organisasi yang tepat bagi suatu perusahaan belum tentu baik bagi perusahaan yang lain. Perbedaan struktur organisasi di antaranya dapat dilihat dari berbagai hal seperti jenis, luas perusahaan, banyaknya cabang-cabang dan lain-lain. Struktur organisasi yang disusun oleh sebuah perusahaan harus dapat menunjukkan garis-garis wewenang dan tanggung jawab yang jelas, dalam arti jangan sampai terjadi adanya overlap fungsi masingmasing bagian. 
Untuk dapat memenuhi syarat bagi adanya suatu pengawasan yang baik, hendaknya struktur organisasi dapat memisahkan fungsi-fungsi operasional, penyimpanan dan pencatatan. Pemisahan fungsi-fungsi ini diharapkan dapat mencegah timbulnya kecurangankecurangan dalam perusahaan. Pemisahan fungsi dalam perusahaan dan adanya penetapan garis wewenang dan tanggung jawab yang jelas.

B.   Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan
 Untuk dapat mengatasi transaksi-transaksi di dalam perusahaan yang berkenaan dengan data-data finansial yang menyangkut perusahaan, harta, utang, modal dan hasil usaha dlaam suatu periode akuntansi perlu dibuatkan suatu pedoman sistem dan prosedur akuntansi yang didalamnya tercakup klasifikasi rekening. Agar tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh manajer dapat dilaksanakan dengan tepat, maka perlu penyusunan formulir-formulir dan pencatatan-pencatatan yang baik dan tepat.

C.   Praktik Yang Sehat
Yang dimaksud praktek-praktek yang sehat adalah setiap pegawai dalam perusahaan melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Praktek yang sehat ini harus berlaku untuk ke seluruh prosedur yang ada, sehingga pekejaan suatu bagian akan langsung dicek oleh bagian lainnya. Pekerjaan pengecekkan seperti ini dapat terjadi bila struktur organisasi dan prosedur yang disusun itu sudah memisahkan tugas-tugas dan wewenangwewenang sehingga tidak ada satu bagian pun dalam perusahaan yang mengerjakan suatu transaksi dari awal sampai akhir.

D.  Karyawan yang Mutunya Sesuai Dengan Tanggung Jawab. 

Tingkat kecakapan pegawai dari suatu perusahaan akan sangat mempengaruhi sukses tidaknya suatu sistem pengendalian intern. Apabila sudah disusun struktur organisasi yang tepat, prosedur yang baik, tetapi tingkat kecakapan tidak memenuhi syarat yang diminta, bisa diharapkan bahwa sistem pengawasan intern juga tidak akan berhasil dengan baik. 


Untuk mendapatkan pegawai yang cukup cakap harus dimulai sejak penerimaan pegawai baru yaitu melalui tes-tes dan seleksi agar dapat ditentukan apakah yang bersangkutan memenuhi kriteria yang diinginkan.
Dalam proses penilaian pengendalian intern yang berhubungan dengan karyawan, beberapa hal yang diperlukan antara lain :
Ø  Apakah karyawan tersebut mempunyai pengalaman dan latar belakang pendidikan yang cukup dalam menangani tugasnya.
Ø  Apakah mereka diawasi secara cukup untuk menjamin pekerjaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Ø  Apakah karyawan yang menangani / menyimpan dana atau surat berharga cukup terjaminkan.

Pegawai yang cukup cakap untuk suatu pekerjaan bukan berarti pegawai yang tingkat pendidikannya paling tinggi, sehingga gajinya juga besar, tetapi mungkin dengan pendidikan menengah sudah cukup. Hal-hal ini seperti perlu dipertimbangkan agar dapat diperoleh pegawai yang cukup cakap tetapi juga ekonomis. 

Pengertian dan Fungsi Sistem Pengendalian Intern (SPI)


Menurut Mulyadi: “Pengendalian Intern meliputi struktur organisasi metode dan prosedur yang dikoordinasikan dan diterapkan dalam perusahaan dengan tujuan untuk mengamankan harta milik perusahaan, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansinya, mendorong efisiensi, dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan sebelumnya.
  Fungsi pengendalian intern adalah :
a.       Mencegah terjadinya penyimpangan, kelalaian dan kelemahan sehingga tidak terjadi kerugian yang diinginkan.
b.      Memperbaiki kesalahan dan penyelewengan agar pelaksanaan pekerjaan tidak mengalami hambatan dan peborosan-pemborosan.
c.       Mempertebal rasa tanggung jawab terhadap pegawai yang diserahi tugas dan wewenang dalam pelaksanaan pekerjaan.
d.      Mendidik para pegawai untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan pengendalian intern dalam suatu perusahaan diharapkan dapat mampu mengetahui dan mencegah kemungkinan terjadinya penyimpangan. Meskipun pada akhirnya tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik tetapi hendaknya akibat sampingan yang mungkin timbul dan dapat merugikan perusahaan dapat ditekan sekecil mungkin dan bila mana mungkin dihilangkan. 

Berita Tekno Terbaru

Berita Tekno Terbaru
it-jurnal.com

review Film Terbaik

Cloud Service Provider

About Us -|- Contact Us- | -Disclaimer-| -Daftar ISI