Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label Auditing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Auditing. Tampilkan semua postingan

Contoh Kasus Audit Internal


PT. Membangun Bangsa adalah perusahaan kontraktor. Mereka mendapat proyek untuk melakukan pembangunan jalan raya baru di Surabaya. Proyek tersebut baru mulai dikerjakan pada awal tahun 2005, dan PT. Membangun Bangsa menyanggupi akan menyelesaikan proyek ini pada akhir tahun 2005.
Namun pada kenyataannya, sampai dengan pertengahan tahun 2006 pembangunan Underpass ini belum selesai. PT. Membangun Bangsa mendapat teguran dari pihak Pemda terkait dengan masalah ini. Manajemen PT. Membangun Bangsa meminta auditor Internal untuk mengaudit proyek pembangunan jalan raya ini.
Tugas anda adalah sebagai auditor internal PT. Membangun Bangsa. Adapun yang harus dilakukan adalah :
1.      Temukan adanya kesalahan – kesalahan yang menyebabkan pembangunan ini mundur dari jadwal yang telah disepakati oleh pihak PT. Membangun Bangsa. 
2.      Berikan saran atau masukkan kepada pihak manajemen PT Membangun Bangsa agar pembangunan ini dapat dengan cepat terselesaikan.

Jawab

1.      a.  Banyaknya pekerja yang berhenti karena merasa penghasilan tidak sepadan dengan apa yang dikerjakan.
b.      Banyaknya pekerja yang terlambat memulai pekerjaan
c.       Adanya gaji yang tertunda karena adanya pengendapan dana di bagian     keuangan PT. Membangun Bangsa.
d.      Terhambatnya penerimaan dana pembangunan yang diberikan oleh Pemda, yang disebabkan karena belum dicairkannya dana oleh pihak pemda.
e.       Mahalnya biaya sewa alat – alat berat yang harus digunakan untuk pembangunan ini. 
f.       Naiknya biaya bahan baku untuk pembangunan jalan raya ini. 

2.      a.  Melakukan penyesuaian gaji kepada para pekerja
b.      Memberikan sanksi yang tegas kepada para pekerja yang melanggar kedisiplinan dalam bekerja, dalam hal ini ketepatan waktu bekerja.
c.       Memberikan bonus kepada mereka  yang disiplin dalam bekerja.
d.      Melakukan teguran kepada bagian keuangan PT. Membangun Bangsa yang telah terbukti melakukan pengendapan gaji pegawai
e.       Mencari tahu kembali kepada pihak Pemda tentang alasan mengapa dana pembangunan bisa  terhambat 
f.       Meminimalkan penggunaan alat – alat berat.

g.      Menyeleksi penggunaan bahan baku yang benar – benar perlu untuk digunakan, penyeleksian ini bertujuan agar tidak terjadi pemborosan 

Perintah dasar di Microsoft Excel

       
 Seperti yang kita tahu dunia ekonomi tidak lepas dari hitung-hitungan , yang berarti menggunakan banyak rumus dasar dari matematika. salah satu software yang paling sering digunakan dalam dunia ekonomi adalah microsoft excel. untuk mengenal microsoft excel berikut perintah-perintah dasar yang terdapat pada Microsoft excel
        Untuk menjalankan program Excel ini dapat kita mulai dengan hanya meng-klik menu Start yang kemudian dilanjutkan dengan memilih Program, lalu pilih Microsoft Excel dan siaplah kita untuk memulai program ini. Setelah mendapatkan tampilan maka kita akan mulai dengan membahas beberapa kegunaan pada menu bar


  1. Menyiapkan WorkBook
Jika pada saat memulai Excel tersebut kita mendapatkan halaman kosong tanpa lembar kerja, ataupun kita ingin mendapatkan workbook baru maka kita yang harus kita lakukan adalah :
o Klik menu File, kemudian klik New
o Disebelah kanan akan terlihat Task Pane, dan klik Blank Workbook
Atau dapat juga dengan hanya melakukan klik pada ikon New yang berada pada pojok kiri toolbar.

  1. Membuka File : Klik menu File, kemudian klik Open
Atau dapat juga dengan hanya melakukan klik pada ikon Open yang berada pada nomor dua dari sebelah kiri toolbar.

  1. Menyimpan File : Klik menu File, kemudian klik Save
Atau dapat juga dengan hanya melakukan klik pada ikon Save yang bertanda disket.
Menyimpan File dengan nama berbeda : Klik menu File, kemudian klik Save As

  1. Setting Kertas dan Tampilan : Klik menu File, kemudian klik Page Setup
o   Page : Berisikan tentang setting kertas (Portrait/Landscape), besar tulisan dalam prosen (Adjust to), ukuran/jenis kertas (Paper Size).
o   Margins : Berisikan tentang pengaturan rata kiri, kanan, atas dan bawah, Header dan Footer, serta pengaturan center pada halaman (Center on Page).
o   Header/Footer : Berisikan tentang pemberian nama pada Header dan atau Footer (custom) yang dapat juga digunakan untuk pemberian halaman
o   Sheet :  Berisikan tentang bagian yang harus ada atau diulang pada setiap page (nomor dan atau judul), pengaturan print halaman (kebawah atau kesamping).

  1. Melihat Hasil Kerja : Klik menu File, kemudian klik Print Preview
Atau dapat juga dengan hanya melakukan klik pada ikon Print Preview yang berada pada nomor delapan dari sebelah kiri toolbar.

f.   Print : Klik menu File, kemudian klik Print (Ctrl + P).
Disini Anda akan dapat memilih jenis printer, halaman berapa atau bagian, serta berapa lembar apa yang ingin Anda print. Atau dapat juga dengan hanya melakukan klik pada ikon Print yang berada pada nomor tujuh dari sebelah kiri toolbar jika Anda ingin dan yakin semua data akan di-print.

  1. Memindahkan data : Klik menu Edit, kemudian klik Cut (Ctrl + X).
Atau dapat juga dengan hanya melakukan klik pada ikon Cut yang bertandagunting.

  1. MenCopy dan Menampilkannya : Klik menu Edit, kemudian klik Copy (Ctrl + C) atau klik ikon Copy (berada pada sebelah kanan ikon Cut), kemudian ditampilkan dengan cara Klik menu Edit, kemudian klik Paste (Ctrl + V) atau klik ikon Paste (berada pada sebelah kanan ikon Copy).
  2. Mencari Data :  Klik menu Edit, kemudian klik Find (Ctrl + F)
  3. Berpindah Halaman : Klik menu Edit, kemudian klik Go To (Ctrl + G)
  4. Mengurutkan Data : Klik menu Data, kemudian klik Sort
Dilakukan apabila kita ingin mengurutkan data dengan beberapa kategori tertentu, namun apabila kita hanya mengurutkan tanpa kategori-kategori tertentu maka dapat dilakukan klik pada ikon Sort (Ascending/Descending) yang berada pada sebelah kanan ikon Sum (Σ).

  1. Menyembunyikan dan Menampilkan Baris dan atau Kolom :
Klik menu Window, kemudian klik Hide (menyembunyikan), dan Klik menu Window, kemudian klik Unhide (menampilkan).

  1. Tetap Menampilkan Baris dan atau Kolom Tertentu :
Klik menu Window, kemudian klik Freeze Panes, dan jika ingin mengembalikan seperti semula klik menu Window, kemudian klik Unfreeze Panes.

Dalam menggunakan media Excel untuk melakukan segenap proses Audit selain cara diatas kita juga dapat menggunakan Klik Kanan pada pointer mouse kita.

  1. Penggunaan Cut, Copy, Paste sudah kita bahas diatas, poin g dan h.

  2. Paste Special sudah sedikit kita bahas diatas, perbedaan dengan menggunakan Paste biasa adalah jika kita menggunakan Paste pada beberapa versi Excel dan teks yang di copy mempunyai format tertentu maka yang di tampilkan adalah teks tanpa format. 
o   All, dipilih jika kita ingin menampilkan seluruh teks yang telah dicopy sebelumnya termasuk dengan format, rumus, ataupun komentar
o   Formulas, dipilih jika kita hanya ingin menampilkan rumus yang ada pada sel yang telah dicopy sebelumnya
o   Values, dipilih jika kita hanya ingin menampilkan angka yang ada pada sel yang telah dicopy sebelumnya.
o   Formats, dipilih jika kita hanya ingin menampilkan format yang ada pada sel yang telah dicopy sebelumnya.
o   Comments, dipilih jika kita hanya ingin menampilkan Comments yang ada pada sel yang telah dicopy sebelumnya.

  1. Insert dan Delete, Insert kita gunakan jika kita ingin menambahkan atau menyisipkan baris atau kolom dan juga menghilangkannya.
  2. Insert Comment, dipilih jika kita ingin memberikan catatan pada suatu acount atau teks. Jika fasilitas ini kita pilih maka pada kolom tersebut akan muncul option Edit Comment (untuk merubah) dan Delete Comment (untuk menghapus).
  3. Format Cells, dipilih jika kita ingin memberikan format/setting pada cell;
o   Number, digunakan untuk melakukan setting pada tanggal, angka, mata uang, persentase, waktu dan lain-lain.
o   Alignment, digunakan untuk melakukan setting pada text :
§  Text Alignment;
·         Horizontal, .....................
·         Vertical, ..........................
·         Wrap Text, ....................
·         Shrink to Fit, .................
·         Merge Cells, ..................
·         Degrees, .........................
o   Font, mengatur besar/kecil huruf, model huruf, cetak tebal, miring dan atau garis bawah.


o   Border, mengatur pembuatan garis pada table.

Pengertian Piutang


PENGERTIAN PIUTANG

Standar Akuntansi Keuangan menggolongkan piutang menurut sumber terjadinya dalam 2 kategori yaitu piutang usaha dan piutang lain-lain.

ü  Piutang usaha adalah piutang yang berasal dari penjualan barang dagangan atau jasa secara kredit.
ü  Piutang lain-lain adalah piutang yang timbul dari transaksi diluar kegiatan usaha normal perusahaan.
Piutang dinyatakan sejumlah tagihan dikurangi dengan taksiran jumlah yang tidak dapat ditagih. Jumlah kotor piutang harus tetap disajikan pada neraca diikuti dengan penyisihan untuk piutang yang tidak dapat ditagih.

Jenis-jenis piutang dalam suatu perusahaan dapat berupa :

  • Piutang Usaha
  • Piutang Pegawai
  • Piutang Direksi
  • Piutang Pemegang Saham
  • Piutang Perusahaan Afiliasi
  • Piutang lain-lain

Menyusun Rekonsiliasi Bank

·     
    Adapun cara menyusun rekonsiliasi bank sebagai berikut:
1.      Memperbaiki baik saldo kas maupun saldo bank.
2.      Hanya memperbaiki saldo perkiraan kas.
3.      Hanya memperbaiki saldo laporan bank.

·         Rekonsiliasi bank dapat dibuat dalam 2 macam cara yang berbeda:

1.      Rekonsiliasi Saldo akhir yang bisa dibuat dalam 2 bentuk:
a.       Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar.
b.      Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas.

2.      Rekonsiliasi saldo awal, penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir yang bisa dibuat dalam 2 bentuk:
a.       Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas (4 kolom).

b.      Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar (8 kolom).

Faktor-faktor yang Menyebabkan Perbedaan Pada Rekonsiliasi Bank


Dalam membuat Rekonsiliasi Laporan Bank perlu diketahui bahwa yang direkonsiliasi itu adalah catatan dari pihak perusahaan dan pihak bank yang bersangkutan, sehingga harus dibuat perbandingan antara keduanya agar dapat diketahui perbedaan-perbedaan yang ada. Perbandingan tersebut didapat dengan cara saldo debet pada rekening kas dibandingkan dengan saldo kredit  catatan bank, dan sebaliknya saldo kredit pada rekening kas dibandingkan dengan saldo debet  catatan bank yang bisa dilihat dari laporan bank kolom pengeluaran. Hal-hal yang menimbulkan perbedaan dapat digolongkan sebagai berikut:

1.      Elemen-elemen yang oleh perusahaan sudah dicatat sebagai penerimaan uang tetapi belum dicatat oleh bank.
      Contoh:
a.       Setoran yang dikirimkan ke bank pada akhir bulan tetapi belum diterima oleh bank sampai bulan berikutnya, yaitu Setoran dalam perjalanan atau Deposit In Transit (DIT).
b.      Setoran yang diterima oleh bank pada akhir bulan, tetapi dilaporkan sebagai setoran bulan berikutnya, karena laporan bank sudah terlanjur dibuat, yaitu Setoran dalam perjalanan atau Deposit In Transit (DIT).
c.       Uang Tunai yang tidak disetorkan ke bank.

2.      Elemen-elemen yang oleh bank sudah dicatat sebagai penerimaan uang tetapi belum dicatat oleh perusahaan.
      Contoh:
a.       Bunga yang diperhitungkan oleh bank terhadap simpanan, tetapi belum dicatat dalam buku perusahaan (Jasa Giro/Kredit Memo).
b.      Penagihan Wesel oleh bank sudah dicatat oleh bank sebagai penerimaan tetapi perusahaan belum mencatatnya.

3.     Elemen-elemen yang oleh perusahaan sudah dicatat sebagai pengeluaran uang tetapi belum dicatat oleh bank.
      Contoh:
a.       Cek-cek yang beredar (Out Standing Checks) yaitu cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan dan sudah dicatat sebagai pengeluaran kas tetapi oleh yang menerima cek tersebut belum diuangkan ke bank sehingga bank belum mencatatnya sebagai pengeluaran.
b.      Cek yang sudah ditulis dan sudah dicatat dalam jurnal pengeluaran uang tetapi ceknya belum diserahkan kepada yang dibayar, maka cek tersebut elum merupakan pengeluaran, oleh karena itu jurnal pengeluaran kas harus dikoreksi pada akhir periode.

4.      Elemen-elemen yang oleh bank sudah dicatat sebagai pengeluaran uang tetapi belum dicatat oleh perusahaan
Contoh:
a.    Cek dari langganan yang ditolak oleh bank karena kosong tetapi belum dicatat oleh perusahaan.
b. Bunga yang diperhitungkan atas overdraft (Saldo kredit kas) tetapi belum dicatat perusahaan.
c. Biaya jasa bank yang belum dicatat oleh perusahaan (Biaya administrasi/debit memo).

Selain keempat hal diatas, perbedaan antara saldo kas dengan saldo menurut bank bisa juga terjadi akibat kesalahan-kesalahan yang timbul dalam catatan perusahaan maupun dalam catatan bank. Untuk dapat membuat rekonsiliasi laporan bank, kesalahan-kesalahan yang ada harus dikoreksi.

Pengertian dan Tujuan Rekonsiliasi Bank


Rekonsiliasi adalah merupakam salah satu alat / cara untuk menentukan hal-hal yang nampak dalam laporan bank dengan saldo yang nampak dalam catatan pemegang giro (Perusahaan atau Rekening Koran yang dikirim Bank) atau saldo menurut buku kas perusahaan.


Tujuan dari Rekonsiliasi Bank adalah untuk mengecek ketelitian pencatatan yang terdapat dalam rekening kas dan catatan bank, serta mengetahui penerimaan atau pengeluaran yang sudah terjadi di bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan.

Pembagian Kas Dalam Perusahaan


Kas didalam perusahaan dibagi menjadi  2 yaitu :

1.      Kas di Tangan (Kas Kecil)
Dana kas kecil adalah uang kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek.

2.      Kas di bank
Dana kas di bank adalah uang kas yang berada di dalam rekening suatu bank yang digunakan untuk pengeluaran yang jumlahnya relatif besar dan tidak dimungkinkan diberikan secara langsung dalam transaksi dikarenakan jumlah nominal dan rawannya dari segi keamanan. Kas dibank selalu berhubungan rekening koran yang dihasilkan oleh bank kepada perusahaan.
Ada 2 metode dalam pencatatan kas kecil yaitu:

1        Metode Imprest
Dalam sistem ini jumlah rekening dalam kas kecil selalu tetap, yaitu sebesar yang diserahkan kepada kasir kas kecil untuk membentuk dana kas kecil. Apabila dan kas kecil tinggal sedikit dan juga pada akhir periode, kasir kas kecil akan meminta pengisian kembali kas kecilnya sejumlah jumlah yang sudah dibayar dari kas kecil. Dengan cara ini jumlah uang dalam kas kecil kembali lagi seperti semula. Pengisian kembali pada akhir periode ini perlu dikatakan agar biaya-biaya yang sudah dibayar dari kas kecil bisa dicatat, karena dalam sistem imprest, pengeluaran-pengeluaran kas kecil baru dicatat pada saat pengisian kembali.

2        Metode Fluktuasi

Dalam metode Fluktuasi pembentukan dana kas kecil dilakukan dengan cara yang sama seperti dalam sistem imprest. Perbedaannya dengan sistem imprest adalah bahwa dalam metode fuktuasi, saldo rekening kas kecil tidak tetap, tetapi berfluktuasi sesuai dengan jumlah pengisian kembali dan pengeluaran-pengeluaran dari kas kecil.

Pengertian Kas


Pengertian Kas

Menurut Standar Akuntansi Keuangan Tahun 1994:
a.       Yang dimaksud dengan kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
b.      Yang dimaksud dengan kas di bank adalah sisa rekening giro perusahaan yang dapat dipergunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.

Contoh dari perkiraan yang biasa digolongkan sebagai kas dan bank adalah :
1        Kas kecil (petty cash) dalam rupiah maupun mata uang asing.
2        Saldo rekening giro di bank dalam rupiah maupun mata uang asing.
3        Bon sementara.
4        Bon-bon kas kecil yang belum di reimburse.
5        Rekening giro yang tidak dapat segera digunakan baik di dalam maupun diluar negeri, misalnya karena dibekukan.
Menurut PSAK No. 2, hal 2.2 dan 2.3 (IAI:2002)

Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat liquid, berjangka pendek dan yang dengan dapat disajikan dalam kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan.

Cara Membuat Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP)


Dalam membuat Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP) yang berupa Top, Supporting Schedule dan Test Transaksi kita bersumber pada buku besar klien, namun buku besar ini juga perlu dipastikan kebenarannya.

Format buku besar :

PT. LABAMEN JAYA BUKU BESAR KAS KECIL
TANGGAL
NO. VOUCHER
KETERANGAN
DEBIT
KREDIT
SALDO






01/01/2013

Saldo Awal


4.000.000
05/01/2013
PC/01/01
Biaya transportasi

350.000
3.650.000
10/01/2013
PC/01/02
Biaya materai

850.000
4.500.000
15/01/2013
PC/01/03
Biaya Makan

1.500.000
3.000.000

Buku besar yang kita terima dari klien dapat berbentuk hardcopy yaitu berupa lembaran buku besar dan atau berbentuk softcopy yaitu berupa disk yang berisi file buku besar tesebut. Jika buku besar yang kita terima dalam bentuk :
  1. Hardcopy dan softcopy, maka tugas kita adalah memeriksa perhitungan saldo (pejumlahan, pengurangan dan total saldo) yang ada dalam softcopy, memeriksa ketepatan pembukuan (D/K) dan yang terakhir adalah memeriksa kecocokan antara softcopy dengan hardcopy.
  2. Softcopy, maka tugas kita adalah memeriksa perhitungan saldo (pejumlahan, pengurangan dan total saldo) yang ada dalam softcopy dan memeriksa ketepatan pembukuan (D/K).
  3. Hardcopy, maka tugas kita akan lebih sulit karena kita harus menghitung ulang secara manual atau (sebaiknya) menggunakan computer untuk menghitung kebenaran buku besar tersebut.


Akan lebih mudah bagi kita untuk melengkapi KKP kita dengan mendapatkan  buku besar dalam bentuk softcopy, namun pada kenyataannya tidak semua perusahaan dapat memberikan buku besar dalam bentuk softcopy tersebut mungkin salah satunya dikarenakan perusahaan terkadang menggunakan aplikasi atau program tertentu sehingga tidak dapat memisahkan atau mencopy buku besarnya saja.

Top Schedule

Top Schedule adalah  salah satu jenis KKP yang berfungsi sebagai lembar awal yang menunjukkan hasil audit kita secara umum atau kesimpulan atas pos yang bersangkutan. Top Schedule ini akan memperlihatkan; saldo Per Book (bersumber dari buku besar atau trial balance klien), audit adjusment (mutasi), saldo per-audit, serta saldo tahun lalu (bersumber dari kertas kerja pemeriksaan tahun lalu atau laporan hasil audit tahun lalu).

Format Top Schedule
PT. Labamen Maju Indonesia








Top Schedule - Kas (1110000)








Periode Januari - Desember 2013




















KETERANGAN
WP REF
PER BOOK 31/12/2013
ADJUSTMENT
ADJUSTED BALANCE 31/12/2013
BALANCE 31/12/2012
DEBIT
KREDIT



























Dibuat  Oleh :
Direview Oleh : 

Client      :


Periode :
Index KKP :












Tanggal :
Tanggal  :

Schedule :







Supporting Schedule

            Supporting Schedule adalah jenis KKP yang berfungsi untuk mendukung atau menjelaskan angka-angka yang disajikan dalam Top Schedule (saldo per-audit), sehingga antara Top dan Supporting Schedule harus dilakukan cross index. Bentuk dari Supporting Schedule sendiri dapat berbagai macam biasanya setiap kantor akuntan sudah mempunyai bentuk dan standar, yang intinya adalah menjelaskan Top Schedule

Audit Plan, Audit Program, Audit Procedures, Audit Teknik, dan Resiko Audit

Audit Plan (perencanaan audit) meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan. Auditor harus menyusun audit plan, segera setelah engagement letter disetujui oleh klien.
Isi audit plan mencakup :
  1. Hal-hal mengenai klien
  2. Hal-hal yang mempengaruhi klien
  3. Rencana kerja auditor

Audit Program membantu auditor dalam memberikan perintah kepada asisten mengenai pekerjaan yang harus dilaksanakan.
Audit program yang baik harus mencantumkan ;
  • Tujuan pemeriksaan
  • Prosedure audit yang dijalankan
  • Kesimpulan pemeriksaan

Audit Procedures adalah langkah-langkah yang harus dijalankan auditor dalam melaksanakan pemeriksaannya dan sangat diperlukan oleh asisten agar tidak melakukan penyimpangan. Audit procedures dilakukan dalam rangka mendapatkan bahan bukti yang cukup untuk mendukung pendapat auditor atas kewajaran laporan keuangan. Untuk itu diperlukan audit teknik.
Audit Teknik merupakan cara-cara untuk memperoleh bahan bukti (audit evidence) seperti konfirmasi, observasi, dll.

Resiko audit adalah resiko yang timbul karena auditor tanpa disadari tidak memodifikasikan pendapatnya sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keuangan yang mengandung salah saji material.

Berita Tekno Terbaru

Berita Tekno Terbaru
it-jurnal.com

review Film Terbaik

Cloud Service Provider

About Us -|- Contact Us- | -Disclaimer-| -Daftar ISI